labil love story :D

Filed under: by: COGS


Hmmm.. my love story with Him started when I was in Junior High School. How come it be? When I was in elementary school I was (not wanna be arrogant yea ^^) a smart student. I always be a candidate if there were a competition. But then, suddenly when the Fire Country attacked, everything change.. buahahaha

My junior high school was the best school in my city, my class also the best (in Indonesia they say it “Kelas Unggulan”). So you can guess it that every student in my class is the best student. It made have a tight competition. I never became the best 5 in my class, this made me very sad. But I never give up, I hope that someday I can be the number one. I always try and try and try, beside that I give all my dreams to God, I depended on Him. I prayed every night, I read bible everyday, I praised him everytime, I went to the church, and be a nice girl. I couldn’t get the best rank in my class, but praised to God, finally my score can be the best score for the National Exam, not only in my school, but also in my city. Three years walked with Him is the most beautiful moment in my life. As Psalms 126 : 5 said “They that sow in tears shall reap in joy.”

Then in the Senior High School, everything’s good. I always had a good score in class n joined a lot of champion and also become the winner (some of them only.. ahahahha). Everything fine till the graduated time. I couldn’t passed my favorite college that I’d dreams for so many time. I trapped in the college that I’ve never know. I were very dissapointed to God, everything seems cold, I even didn’t have a spirit to live.

But then, I thank to God that he gave me a good partnership here. I can learn so many things about Him through daily devotion, bible study, and also small group. First year here, I have a good relation with God. I walked with Him everyday, praised Him, prayed to Him, talked to Him, and do everything with Him. We’re such a romantic couple, always together everywhere and everytime (suit... suit.. :D ).

Moreover I have so many friends that always support me when I almost fall and also a good enviroment. But then in second years, when everything seems blurred and unclear about my future after graduated because of so many hazy rule, I felt very sad. It affected my spirit  to have a good relation with Him, my study, my social intercourse, even my whole live (lebayyyyy).

Thanks to God, I have my small group, I have my friends, my parents and also my boyfriends (xixixixi) that always support me, that always remind me. I believe everything will be alright with God, no matter what will happen I will trust and obey Him. And I will wait upon the LORD, that hideth his face from the house of Jacob, and I will look for Him (Yes 8:17). Because Yes 40:31 said “But those who trust the LORD will find new strength. They will be strong like eagles soaring upward on wings; they will walk and run without getting tired”.

Yeah, my love story such a labil story. Fall and then rise, fall again and rise again, fall and rise, fall and rise untill I’m tired. Although I have read all the bible or I have finished two books for bible study or I have a good small group or I am a servant of God or I am a princess of God or X or Y or Z etc. Thats not guarantee that I will always have an easy live or having a dicipline relation with Him. I am still a sinner.  But Philip 3:12 said “I have not yet reached my goal, and I am not perfect. But Christ has taken hold of me. So I keep on running and struggling to take hold of the prize”

Yeah, So I will  keep on running and struggling to take hold of the prize q(^.^)p



by @littlewinda


Wainiii Indahnya CINTA :3

Filed under: by: COGS


hyaaaaaaaaaaa *muncul dari kepulan asap cinta* #ehh :D

For the first time, akhirnya saya menulis di blog ini. Maklum, kemarin-kemarin sibuk syuting dan pemotretan sampe ga bisa ngisi blog ini. *digampar SKTB*
Okay, straight to the point! *kemudian hening* aku mau nulis apa yaa, tiba-tiba blank gini >.< huffttt #alay

suara hati: udah ihh, kebanyakan nyampahnya ini anak. Sharingnya kapan? -.-"
saya: iyee, iyee, ini mau sharing. nyahahaha :D

Nah, jadi ceritanya, di proyek ketaatan kali ini, aku mau sharing sedikit tentang pertumbuhan rohaniku dari awal hidupku diubahkan oleh Kristus sampai saat ini. Jangan pada terharu yee bacanya :3

Kalau disuruh nyebutin tanggal, aku memilih menyebutkan tanggal 22-24 Oktober 2010 sebagai waktu dimana aku benar-benar menjadikan Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadiku. Kenapa tanggal itu? Yap, tepat 2 tahun yang lalu, Persekutuan Mahasiswa Kristen Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (PMK STAN.red) mengadakan Retreat Mahasiswa Baru (RAMA) sebagai sarana untuk melakukan penginjilan bagi mahasiswa baru angkatan tahun 2010 yang notabenenya masih sangat polos dan unyu :3 *kekeuh narsis*

Sebenarnya aku sudah mengenal Kristus sejak kecil karena kedua orang tuaku adalah seorang Kristen, aku juga sudah dibaptis, sudah mengaku percaya secara gerejawi dan dari SMA sedikit banyak sudah mengerti tentang disiplin rohani yang dikerjakan oleh seorang pengikut Kristus karena ada wadah persekutuan Kristen di sekolah. Tapi, aku merasa tiga waktu tadi belum mencapai titik kulminasi pertobatanku, dimana aku menyerahkan seluruh kehidupanku bagi Yesus.

Ga bisa dipungkiri, sejak SMA kelas 2 aku sudah mendapat bimbingan rohani dari seorang kakak yang ceritanya waktu itu dia sedang Praktik Kerja Lapangan di sekolahku. Baru kusadari, ternyata selama mereka PKL di sekolahku, mereka melakukan penginjilan pada kami (siswa) secara terselubung. *lebay* *jadi semangat PI ke siswa nih :D *

Nah, singkat cerita, dari bimbingan mereka, waktu SMA aku sudah mengerti apa itu saat teduh, jam doa, Kelompok Kecil, PA pribadi, dan kawan-kawannya meski masih jatuh bangun mengerjakannya. Ini kerennya Tuhanku. Dia ga membiarkan aku yang masih "orok" rohani ini sendirian. Puji Tuhan, ada seorang dari guru PKL yang mau jadi kakak rohaniku. Karena waktu mereka di sekolah terbatas dan belum memungkinkan membentuk Kelompok Kecil, akhirnya kami mendapat bimbingan secara personal dari mereka.

Seperti Elisa yang mendapat "didikan" rohani dari Elia dan seperti murid-murid yang mendapat perhatian khusus dari Yesus, aku merasa seperti itulah cara Tuhan menjaga aku tetap mendapat asupan makanan rohani yang cukup. Maksudnya, ada seorang pembimbing atau kakak rohani tadi yang menolong aku bisa bertumbuh.

Move! Aku bersyukur bertemu PMK STAN. Di sini aku mendapat bimbingan rohani yang lebih lagi, yang aku rasa bener-bener beda dengan persekutuan di sekolahku. Dan akhirnya *jenggg jenggg* aku dipersatukan dengan entitas *mabok akuntansi* bernama COGS. Bukan Cost of Good Sold lho yaa, tapi Cause of God Salvation.


Kelompok Kecil ini mengajariku banyak hal. Ga hanya berbagi firman, terlebih kami bisa saling berbagi hidup. Hal yang ga akan didapat di kelompok manapun. PA dan doa bersama, makan bersama, jalan bersama, nangis bersama, dekaka. Emang bener yaa, Tuhan itu tau banget kebutuhan anak-anakNya. Komunitas inilah yang akhirnya membuat aku makin semangat mengikut Dia.

Selain Kelompok Kecil, apa yang membuatku bisa tetap on fire adalah PERSEKUTUAN. Awalnya, ikut-ikutan PKK datang Persekutuan Doa Pagi, Kebaktian Jumat, ibadah PMKJ, de el el hingga ahirnya ketagihan dan aku diajak bergabung menjadi pengurus. Persekutuan itu penting banget temen-temen! Trust me, it works! *jadi iklan gini*

Aku ga pernah menyesal mengikuti berbagai wadah persekutuan itu. Aku malah bersyukur. Entah kenapa ya, Tuhan malah sering mengoreksi aku secara pribadi lewat pembinaan-pembinaan selain di Kelompok Kecil. Lebih mengena, lebih menyayat jiwa, jlebb jlebb lah pokoknya. Itu yang membuat aku merasa rugi kalo ga datang KJ atau ibadah eksternal lainnya, seperti PMKJ. Lebih banyak yang bisa kita dapatkan di sana yang menjadikan kita siap untuk diutus nantinya.

*scroll ke atas* *ternyata udah panjang* hihihihi

Apa lagi yaa? Umm, satu lagi nih, THE MOST IMPORTANT, yaitu HUBUNGAN PRIBADI DENGAN ALLAH. Medianya bisa mecem-macem, seperti Saat Teduh, Jam Doa pribadi, PA pribadi, baca buku rohani, de el el. Tanpa relasi pribadi yang intim dengan Allah, semua pembinaan-pembinaan tadi hanyalah butiran debu #tsaahhh. 

Jatuh bangun itu pasti, malah aku kebanyakan jatuhnya, hehehe. Tapi seorang guruku pernah berkata, kalau kamu jatuh 100 kali, bangkitlah 101 kali. Ga penting berapa kali kamu terjatuh, yang penting adalah berapa kali kamu berusaha bangkit dari kejatuhanmu itu. :))

Dan inilah aku yang sekarang, yang hidupnya sudah diubahkan oleh Tuhan. Banyak hal yang ga bisa kumengerti dari kasihNya padaku :') Semua disiplin rohani di atas hanya akan menjadi rutinitas, ga ada artinya, kalau hatiku ga sepenuhnya melekat pada Dia, Sang Surya Hidup. 

Aku juga masih sering gagal. Tiap kali aku gagal mengikut Dia dengan SANGAT SETIA, seperti harapanNya padaku, aku ngerasa berdosa dan hina banget. GA PANTES jadi Kristen! Tapi jangan jadikan itu sebagai excuse untuk ga mengikut Tuhan lagi. Jadikan itu sebagai pelajaran, cambuk yang membuat kita berjuang lebih keras lagi menyenangkan hatiNya.

Nih, ada oleh-oleh lagu favorit dariku. Mantep banget buat refleksi diri, inget apa yang Yesus udah lakukan buatmu! Dengerin sendiri aja yakk.. hehe :D



"Menjadi murid Kristus itu PROSES, bukan HASIL." -- @megacogs

My love story :)

Filed under: by: COGS

Huaa..
Kalo mengingat masa-masa ketika aku mengenalNya, pasti akan teringat dengan masa-masa SMA. Ya, ketika aku masih kelas 2 SMA. Aku jadi tersenyum mengingatnya. Di kelompok kecil itu, ada B'Dhany (pkk yang paling suka nyanyi "I come before you today", Rafael, Herinta, Akim (ehm, syp lagi ya?, lupa..) dkk aja dah.

Yah, kelompok kecil/kelompok PA, itulah mungkin saat pengenalanku akan Dia bisa dikatakan dimulai (walopun sebenarnya ini tidak lepas dari apa yang diajarkan ortu dan sekolah minggu). Gak ada waktu yang tepat mungkin bisa dikatakan aku menerima Dia sebagai juruselamatku.

Namun semenjak aku ikut kelompok kecil, aku mulai merasakan perubahan dalam hidupku. Aku mulai saat teduh setiap pagi, berdoa sebelum tidur (kebetulan ortuku tidak mengajarkannya, hehe..), menyadari apa itu dosa (bukan cuma membunuh, mencuri, dkk tapi juga nyontek, dll), merasa bersalah ketika melakukan dosa, dan menyadari untuk apa aku melakukan banyak hal.

Mulai dari situlah aku mengalami pertumbuhan rohani. Aku tersenyum lagi mengingatnya. Ya, kelihatannya besar juga pertumbuhan rohaniku saat itu.

Namun, kelompok kecil tersebut ternyata tidak dapat bertahan cukup lama. Karena ada larangan dari pihak asrama akhirnya kami tidak lagi boleh ikut kelompok kecil. Yah, setelah itu aku tetap belajar untuk dekat dengan Tuhan. Saat teduh masih jalan, doa sebelum tidur, namun memang komunitas berpengaruh besar. Oh iya, aku dan beberapa teman pernah puasa dalam rangka doa untuk izin kelompok kecil.

Demikian terus berjalan. Aku jatuh bangun dalam pertumbuhan rohaniku. Dan yang paling parah pas UAN aku nyontek (walopun pembelaannya 2 mata pelajaran murni). Di situ mungkin kondisi terburukku. Dari kelas 2 aku sudah komitmen tidak nyontek pas ujian, tapi ternyata aku jatuh. T.T

Life must go on sampai aku di masa kuliah. Di masa kuliah aku diterima dalam komunitas yang baik. Aku punya kelompok kecil, ikut pelayanan di bidang kelompok kecil, hingga akhirnya aku menjadi pemimpin kelompok kecil.

Mengingat pertumbuhan rohaniku di masa kuliah juga jatuh bangun. Saat baru-baru masuk kelompok kecil rasanya hidup bersama Tuhan itu indah banget. Tapi ternyata seiring berjalannya waktu sukacita itu kadang-kadang hilang. Apalagi kalo udah sibuk kuliah dan pelayanan sering banget ngelupain yang namanya hpdA (hubungan pribadi dengan Allah).

Pernah suatu kali ketika aku jadi kabid (kepala bidang) kelompok kecil, aku nangis2 minta aku gak mau jadi kabid lagi. (aku lupa sih itu karena masalah apa). Lebih parah lagi pas tingkat 3 pas aku jadi kabid acara retreat, aku pernah bertanya-tanya "Apa sih maunya Tuhan?", Dia pengen aku pelayanan aku lakuin. Dia pengen aku jadi kabid, aku kerjain. Tapi saat itu aku ngerasa Dia gak campur tangan, Ngerasanya cuma kau doang yang kerja. Dia enggak.

Rasanya mungkin kayak orang pacaran. Kalo baru jadian itu rasanya dunia indah beudh. Tapi seiring berjalannya waktu ada kerikil-kerikil yang menggoyahkan. Seperti itu jugalah mungkin kehidupan rohaniku. Aku jatuh bangun. Aku suka meninggalkan Tuhan. Terus tiba2 merengek2 sama Dia.

Namun semuanya kerena komitmen. Yah, komitmen. Orang yang pacaran butuh komitmen, demikian juga hubunganku dengan Tuhan butuh komitmen. Gak tahu ke depan gimana, satu hal yang pasti saat ini aku punya komitmen untuk tetap mengikut Dia selamanya, walaupun jatuh bangun aku serta tertatih melangkah.

Tuhan, walaupun jatuh bangun aku serta tertatih melangkah, ajarlah aku untuk tetap kembali padaMu, Bapaku. Ajar aku untuk setia walaupun sulit. Dan ingatkan aku bahwa sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman Engkau tetap ada buatku. Amin :)


Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman,aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku ; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. (Mazmur 23:4)


with love

Agnes

Bible Love Stories

Filed under: by: COGS


Hai.. haii haiii… proktat proktat.. hohoho
Berhubung karena ane belom beli notebook yg baru (gak punya uang kakak, minggu UAS minggu bangkrut.. *curhat.. ahahahaha) makanya proktat nulis d lepii dulu, y sekalian ngisi blog kite yg udah berdebu.. hohohoho
Renungannya dah dari minggu kemaren sih pas tggal 5 februari, n berhubung karena februari selalu identik dengan bulan penuh cinta, renungannya pun penuh cinta, ane juga penuh cinta.. hohohoho renungannya dari Matius 19:1-12, LAI kasi judul perikop itu perceraian , jadi ceritanya setelah Yesus selesai ngajar di Galilea, kemudian Ia berangkat ke Yudea, disana Ia menyembuhkan orang banyak. Saat itu orang Farisi bertanya “Apakah diperbolehkan orang menceraikan istri dengan alas an apa saja?” inti jawaban Yesus “apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia." Trus orang farisi nanya lagi (*dasar cerewet.. ahahahha) "Jika demikian, apakah sebabnya Musa memerintahkan untuk memberikan surat cerai jika orang menceraikan isterinya?" Kata Yesus kepada mereka: "Karena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kamu menceraikan isterimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian.”

Siapa yang gak kenal Britney Spears? *Dia penyanyi favoritku loh.. ahahaha.. Tau gak klo dia tuh pernah nikah cuman 2 hari doank!! Gile, 24 jam doank?? Buang-buang duit cuman buat nikahnya T.T.. Pernikahan Kim Kardashian dan Kim Humphries juga setali tiga uang, cuman 72 jam booo… Padahal acara nikahan mereka meriahhh banget, banyak yang menuding kalo pernikahan itu cuman sekedar publisitas aja.
Pengen sih acara pernikahan yang meriah kayak mereka, tapi kita gak pengen punya cerita pernikahan kayak mereka khan?? BIG NOOOOOOOOOOOOO… Sebagai anak Tuhan, kita ngerti bahwa pernikahan bukanlah suatu permainan atau komitmen sementara. Tapi pernikahan adalah sebuah perjanjian yang kita buat antara kita, pasangan dan TUHAN. Mesti ada Tuhan dalam pernikahan itu, maka ketika kedua orang itu gak sepakat, masih ada Tuhan yang selalu mempersatukan.. asekkkk :D
Kata bahan renungannya ni, menurutku juga sih ahahaha.. Kalau kita ngerti bahwa pernikahan adalah hal yang serius, hal ini harus dipraktekkan sejak sebelum kita memilih pasangan (pacar sekalipun). Belajarlah bertanggung jawab sejak masa pacaran. Belajarlah dewasa dalam ambil keputusan sejak memilih pacar. Dari situlah, kita akan belajar gak sembarangan saat menikah dengan cowok idaman kamu nanti. (Spirit Girls, 5 Februari 2012)

OkLah.. itu catatan sateku.. oiy, aku mo share juga ni soal Bible Love Stories.. *hadiah cutie diary she.. ahahaha.. tapi sumpah keren abiezttttt… hohoho makanya aku share aja deh juga.. ijin yak ama penerbit, ane klo ngopas pasti cantumin asalny koq.. hohoho

BIBLE LOVE STORIES

Alkitab banyak menuliskan kisah cinta yang bisa jadi teladan buat kita. Masing-masing menyiratkan amkna yang berbeda. Apa aja?? CheckItOut :D
1.    Adam dan Hawa (Kej 1-3)
Kenapa Tuhan nyiptain Hawa? Agar Hawa bisa jadi penolong yang sepadan dengan Adam (Kej 2:18). Nah, begitu jugalah kamu seharusnya saat nyari pacar dan apalagi menerima pinangan dari cowok. Sepadan artinya punya keyakinan yang sama dan kalau ngobrol juga nyambung. Dalam arti keduanya bisa saling mengutarakan dan memahami keinginan masing-masing
2.    Abraham dan Sara
Sarah jelas istri yang setia, kemanapun suami pergi ia selalu mendampingi. Ini bisa jadi satu poin penting untuk diteladani. Tapi poin yang lebih penting itu, kurang sabarnya mereka dalam menanti janji Tuhan tergenapi. Sarah malah menyuruh suaminya menemui Hagar agar punya anak dengannya. Padahal sebelumnya Tuhan udah janji kepada Abraham bahwa Ia akan ngasih keturunan kepada Abrahan dan Sarah. Waktu pacaran juga hendaknya kita mulai ngebiasain diri dengar-dengaran sama Tuhan. Libatkan Dia dalam perjalanan cinta kita. Turuti apa yang Ia ingini.
3.    Ishak dan Ribka (Kej 24)
Kisah lengkap pertemuan mereka silahkan baca sendiri yah. Intinya jodoh itu ditentukan oleh Tuhan. So, percayalah kalo sekarang kamu belom punya pasangan, percaya deh bahwa Tuhan itu sebenernya udah nyiapin jodohmu. Tapi tetep berusaha and menyerahkan semua sama Tuhan.
4.    Yakub dan Rahel ( Kej. 29)
Ini nih yang paling romatissssssss.. hohohoho. Cinta kadang emank butuh pengorbanan. Buat dapetin Rahel, Yakub rela bekerja selama 7 + 7 tahun.. WOW!!.. Dan hebatnya lagi, semua dijalaninya seperti melewati beberapa hari saja.
5.    Boas dan Rut  (Rut 1-4)
Rut terkenal sebagai menantu yang setia, ia tetap menemani sang mertua kemanapun ia pergi walaupun suaminya sudah meninggal. Hal yang bisa kita pejari dari sini, awalnya Boas tertarik kepada Rut karena inner beauty (rut 2:11-12). Dan singkat cerita, Boas pun mengambil Rut sebagai istrinya.
6.    Simson dan Delila (Hak 13-16)
Ironis saat membaca kisah Simson. IOa begitu tertarik secara fisik, tapi akhirnya justru kalah bukan karena pedang, tapi karena cinta buta. Cinta kepada seseorang boleh aja, tapi jangan sampai itu membutakan kamu sampai gak bisa ngebedain yang bener dan yang salah.
7.    Daud dan Batsyeba (2 Sam 11)
Ini adalah kesalahan paling besar yang dilakukan Daud. Gimana gak dia mengingini istri orang. Jahat banget khan y?? huhuhu Sekali lagi ini contoh bagaimana cinta itu menjadi sangat berbahaya. Terus dekatkan diri dengan Tuhan agar kamu gak jatuh dalam dosa hanya karena cinta.
8.    Yusuf dan Maria (Mat 1-2)
Kisah ini adalah kisah yang paling banyak ngasih pelajaran positif. Yusuf sebagai pasangan sangat percaya kepada pasangannya, padahal ia bisa saja berfikir bahwa Maria telah berselingkuh sehingga akhirnya hamil. Lalu, Maria dan Yusuf juga tidak melakukan dosa perzinahan selama mereka pacaran, bahkan sampai bayi Yesus lahir. 



semua itu BAIK! :)

Filed under: by: COGS

Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan  -  Yeremia 29:11

dan ayat inilah yang telah mengubahkan hidupku hingga saat ini.

Pertama kali denger ayat ini kira-kira pas SMA-an. Udah kebayang kan gimana malasnya saya baca Alkitab sampai-sampai ayat super seperti ini baru pernah dengar pada tahun ke 17 di hidup saya. Pas dengernya itu kalu ngga salah pas masa-masa mau UN sama SNMPTN. Jadinya, ini ayat betul-betul menguatkan aku sekali pada saat-saat itu.

Pas masa-masa SNMPTN, iya aku memang menggantungkan masa depanku pada Tuhan. Tapi pengharapan yang pake syarat. "Tuhan, iya deh aku ikut kehendak-Mu aja, tapi kan kalau aku kuliah di X kan lebih bagus Tuhan, aku senang, orangtua senang, buat aku disitu aja ya Tuhan" . Sangat tipikal anak SMA.

Singkat cerita, rencana Tuhan berbeda total dengan harapan dan mimpi-mimpiku pas SMA. Saat itu depresi banget. Rasanya udah pengen nyerah aja. Merasa bahwa Tuhan itu ngga adil. Ngga pengen liat anak-Nya senang. Pemikiran yang sangat dangkal memang. Namun, saat itu aku memang sangat terbawa dengan situasi dan kondisi di sekitarku.

Kemudian, aku ingat ayat ini. Yeremia 29:11. Jujur, saat itu hatiku langsung tenang sekalii. Merasa bersalah setengah mati udah nyalah-nyalahin Tuhan. Dan memang iyaaa, rencana Tuhan itu memang yang terbaik. Finally, aku diterima juga di kampus lainnya, yang walaupun bukan impianku tapi sudah Tuhan rencanakan hal-hal luar biasa yang akan terjadi dalam kehidupanku di sana.

Saat itu, Tuhan seperti bilang, " Mey, aku tahu yang terbaik untukmu. Percayalah, kau kutempatkan di sini bukan karena aku ingin membuatmu menderita. Aku akan menemanimu sepanjang hidupmu. Yakinlah, di sini lebih baik". Ngga mudah memang menerimanya. Akal sehat kita sebagai manusia akan selalu menuntut kepuasan duniawi. Ketika harapan dan mimpi berbeda dengan rancangan Tuhan, terkadang sulit sekali bagi kita untuk tetap menerima rancangan-Nya itu dengan penuh rasa syukur dan sukacita.

Tapi, sekalii lagi ayat ini lah yang menguatkan ku. Aku diajari Tuhan kalau semua yang berasal dari Dia itu baik. Ngga ada yang buruk. Pokokny BAIKK deh. Selama kuliah dan menjalani kehidupan di sini pun aku selalu ingat akan ayat itu.

Pernah suatu saat aku sakit dan tertidur pas UAS, alhasil aku bolos dan harus ikut ujian ulang. Masalahnya pengurusan untuk ikut ujian ulang itu lumayan sulit dan jadwalnya pun bisa-bisa bertabrakan dengan jadwal pulang kampung yang bahkan udah dibeli tiketnya. Otakku yang begitu pendeknya saraf-saraf imannya langsung bilang " ahhhh, Tuhan kenapa malah bikin aku sakit pas UAS, udah gitu ngga bangunin lagi. Kenapa Tuhan? Kenapa? ". Thank God, Tuhan kita itu Tuhan Yang Maha Pengampun. Dia sadarkan aku bahwa memang itu yang terbaik. Dia seakan bilang, " Aku hanya mengujimu anak-Ku, bukan mencederaimu. Mampukah Kau tetap setia bahkan di saat tersulit dalam hidupmu? Mampukah kau tetap berpengharapan pada-Ku bahkan di saat semua orang-orang di sekitarmu meninggalkanmu. Tenanglah, Aku akan selalu bersamamu". Dan sekali lagi aku rasanya seperti tertampar sama ribuan obor api yang berjarum di sekitar apinya (buset dahh perumpamaannya) . Tapi memang iyaaa. Bahkan di umurku yang hampir menginjak 20 pun, aku masih belum bisa dewasa dalam berpikir dan dalam imanku. Begitu mudahnya aku berpikir bahwa Tuhan itu jahat hanya perkara UAS belaka.

Dan sejak saat itulah, setiap langkah hidupku selalu aku biarkan tangan Tuhan yang bekerja, selalu aku pasrahkan kehendak-Nya yang terjadi dan selalu aku berpengharapan hanya pada-Nya karena aku tahu, aku yakin dan aku percaya RENCANANYA ITU BAIK!
#walau terkadang naluri kemanusiaanku bilang ini semua salah Tuhan atau Tuhan itu ngga adil, Yeremia 29:11 selalu mengingatkanku rancangan-Nya itu rancangan DAMAI SEJAHTERA! :))


GOD IS GOOD TO EVERYONE!

GOD BLESS


Lari yokkk :D

Filed under: by: COGS


Hohoho,, ni giliran post.ku..

Kemaren aku pulang ke parepare, nyampe Makassar sich  dah dari jam 2 siang, cuman maen-maen dulu and akhirnya nyampe rumah jam 2 pagi.. hohoho
Kemaren malem, eh salah tadi pagi aku nyulik anak kecil buat tidur bareng ama aku,, hohoho lama gak meluk-meluk anak kecil.. Yaudah abis tempat tidur siap, aku ama marcel tidur deh.. Tapi tiba-tiba dia bangun and sambil nepok jidat bilang “eh lupa, belom berdoa” JLEBBBBBB.. MatiLah anak ayam.. huhuhuhu

Malu, hancur, sebel, sedih, sejuta rasa deh #lebay,, ahahaha.. masa ane kalah ama anak kecil, ama anak kelas satu SD, wuahhh T.T padahal dia lebih ngantuk and lebih capek dari aku seharian maen bareng, tapi dia gak lupa doa.. hiks.. hiks.. T.T

Hufftt,, bener-benar tertampar-tampar, apalagi melihat hpda belakangan ini, sate bolong-bolong, jam doa udah mulai punah, bible reading apalagi.. huhuhhu cedih T.T
Gak boleh kalah dari anak kecil pokoknya dah, apalagi udah sidi, kelompok kecil, kelompok tumbuh bersama, tinggal nikah aja blom #loh?? Ahahaha

Natal udah deket, akhir taon juga (ya iyaLah,, masa ya iya donk?? Wkwkwk), aku tiba – tiba ingat 2 Tim 4:7 (Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman). Sebenernya konsepnya agak kurang dapet dengan ayat ini, tapi gak tau aku ngena aja ama ayat ni. Ayat ni lebih kepada pelayanan sih sebenernya, tapi aku kaitkan ajaLah dengan kasus ini *sorry belom PA..hohohoho

Garis akhir di ayat itu aku hubungkan dengan akhir taon sih sebenarnya natal bisa juga sih.. hohoho *gak konsisten :D bentar lagi Yesus bakalan dateng ke dunia, apa sih yang udah kita lakukan? Kalau seorang cewek yang mo nge-date ama cowoknya, pasti dia bakalan siap-siap, dandan yang cantik, pake parfum yang wangi, mandi kembang tujuh rupa mungkin, ahahaha.. Anggap aja Tuhan Yesus itu cowok kita, emank cowok kita sih, bahkan suami kita ( bd. Yes 54:5 – Sebab yang menjadi suamimu ialah Dia yang menjadikan engkau, Tuhan semesta alam namaNya ;……..  akhhh,, co cweet,, ahaha), kita pasti musti siap-siap buat nge-date sama dia, kita pasti baca firman tiap hari, saat teduh, doa, semuanya deh ampe saat Dia dateng, Dia nemuin kita jadi cewek paling cantik dan setia ~_~

Kebanyakan yang terjadi sekarang adalah mungkin kita ada waktu buat ngobrol ngangkat telpon dari pacar (salah dink, kita gak da yang punya pacar, yaudah dari TTMan atau dari temen aja dink.. hohoho) tapi waktu buat ngobrol ama Tuhan lewat doa gak ada. Mungkin kita ada waktu buat baca komik, novel atopun surat cinta berkali-kali, tapi buat baca surat cinta dari Tuhan (Alkitab) gak ada. Mungkin kita punya waktu buat sendiri ngegalau, tapi buat sejenak hening teduh di hadapan Tuhan gak ada. Mungkin kita ada waktu buat hang-out bareng teman tapi buat datang persekutuan gak ada.

Ingat post k’agnes kemaren tentang Petrus, ketika Tuhan bertanya kepadanya “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini” Maka jawab Simon Petrus “Engkau adalah Mesias, anak Allah yang hidup” (Mat 16:15-16). Diantara seluruh murid Petrus adalah sosok yang paling tegas dan bersemangat. Tapi ketika Yesus disalibkan, Ia adalah orang yang menyangkal Tuhan Yesus. Petrus merasa sangat sedih setelah itu, hakikat manusia memang berdosa, tapi yang perlu kita pelajari dari Petrus, Ia gak berlarut-larut dalam kesedihannya. Ia malah makin semangat dalam memberitakan injil.

Nah temen-temen, kayak Petrus, mungkin HPDA kita jatuh, tapi itu gak berarti kita gak bisa bangkit lagi. Natal hampir tiba, Tahun baru 7 hari lagi.. Yok sama2 kita jaga komitmen dan proktat kita, berjuang di 7 hari terakhirLah paling tidak untuk mengakhiri tahun ini dengan baik, supaya kita akhirnya bisa kayak Paulus bilang 2Tim4:7 itu.. Perjuangan akhir ini mungkin berat, pengalaman sebelum2nya, kalo liburan HPDA pasti pada berguguran,, hohoho.. Tapi ayok yukss buktikan ama setan kemalasan kalo kita bisa ngalahin dia, buktikan kalau Bapa kita pasti bantu. Ayok semangat teman-teman!! Kalau bisa pertahanin ampe awal taonLah and ampe selama-lamanya hohoho..Selamat liburan teman-teman.. Luph u all :*
Tuhan memberkati..



PENGAKUAN PETRUS (Matius 16:13-20)

Filed under: by: COGS

Hay-hay,..:D
Dari 2 tulisan awal, kyaknya tulisan ketiga ini, kalo mw baca perlu konsentrasi dulu..
Aku saranin kalo mau baca tulisan ini, baca natsnya dulu ya, biar ngerti. Lebih baik lagi kalo dibaca juga pengantar kitabnya..
selamat menikmati, semoga tulisan ini bermanfaat^^,


Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup.”(Mat 16;16)

Murid-murid masih sedang bertanya-tanya tentang apa yang dilakukan Gurunya setelah banyak hal yang mereka lihat dari Gurunya tersebut. Bagaimana Ia memberi makan lima ribu orang, berjalan di atas air, menyembuhkan orang sakit, memberi makan empat ribu orang, meraih ketenaran, tetapi malah lari dari orang-orang yang mengikutinya.
Murid-murid masih bingung apalagi yang akan dilakukan Yesus ketika membawa mereka ke kota Kaisarea Filipi. Ya, Kaisarea Filipi. Berikut adalah gambaran kota Kaisarea Filipi dalam buku Ketuhanan Kristus:
Kaisarea Filipi adalah kota yang terletak sekitar 25 mil sebelah utara danau Galilea. Penduduknya mayoritas bukan orang Yahudi. Di sana banyak terdapat kuil-kuil Baal dan dewa-dewa lain. Di daerah itu, ada sebuah gunung di mana Raja Herodes membuat kuil yang megah untuk kaisar. Itulah sebabnya kota itu disebut Kaisarea tetapi kemudian Philips, putera Herodes memperindah kuil itu sehingga Ia menamai kota itu Kaisarea Filipi. Maka siapapun yang memasuki daerah itu pasti akan melihat bangunan megah yang indah , yang mengingatkan orang akan kebesaran Kerajaan Romawi dan keagungan dewa-dewanya.

Sesaat ketika memasuki kota itu, ketika memandang pada gunung Herodes itu, murid-murid langsung terusik dengan keagungan kota tersebut. Kota yang indah dengan kemegahan dewa-dewa  tergambar secara jelas melalui setiap tata kota. Sesaat mungkin mereka sempat terkagum, terperanjat, atau bahkan memuji dewa-dewa yang mereka anggap adalah sembahan orang kafir itu.
Saat pikiran mereka mulai melayang kesana-kemari, mengagumi keagungan tersebut, tiba-tiba Sang Guru bertanya “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?” (Mat 16:13)
Murid-murid berpikir sejenak. Nama-nama mulai bermunculan dalam pikiran mereka dan keluar satu per satu. “Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi." (Mat 16:14)
Sebuah jawaban ironi yang diberikan para murid. Walaupun, saat itu Yesus sudah tahu apa yang akan menjadi jawaban murid-muridnya itu, sisi kemanusiaannya mungkin tersayat, kecewa, dan kesal. Murid-murid tersebut sudah menjalani berbagai hal bersama Anak Manusia itu, namun ternyata murid-murid sendiri malah belum yakin siapakah anak Manusia itu.
Yesus kembali mengajukan pertanyaan yang sama dalam kalimat yang berbeda: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" (Mat 16:15)

Sebuah jawaban yang mengharukan tiba-tiba keluar dari mulut Petrus, salah seorang murid yang sangat dekat dengan Yesus tersebut. "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!"(Mat 16;16)
Ya, benar-benar sebuah jawaban yang mengharukan. Di tengah-tengah keagungan dewa-dewa sembahan bangsa kafir, Petrus dapat menyadari dan meyatakan bahwa Yesus adalah Mesias. YESUS adalah ANAK MANUSIA tersebut. Dan bukan hanya Mesias tetapi juga ANAK ALLAH. Lebih lagi Petrus menyatakan Yesus bukan hanya sebagai Anak Allah yang mati, tetapi Petrus jelas menyatakan YESUS, ANAK ALLAH YANG HIDUP.
Sejenak mungkin para murid terperanjat dengan jawaban Petrus, atau mungkin Petrus sempat merasa sombong di dalam hatinya. Namun, Yesus berkata:” Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga”(Mat 16;17)

Ya, sebuah pernyataan yang lugas dari Yesus. Dia mengatakan: Petrus, itu bukan karena kamu yang pintar, atau bukan karena kamu yang hebat tapi karena Bapalah yang memberitahukannya pada kamu. Bapalah yang menganugerahkannya pada kamu.
Iya, konsepnya adalah anugerah. Kita sebagai anak-anak Allah tidak akan pernah bisa mengenal Allah karena apa yang kita lakukan. Kita tidak akan bisa mengenal bahwa Yesus itu Mesias jika hanya mengandalkan akal budi, pikiran, atau kepandaian kita. Tuhan itu tidak terjangkau. Pikiran kita tidak sanggup untuk menjangkau Dia. Kita hanya bisa mengenal Allah jika Allah yang memperkenalkan dirinya pada kita. Seberapa hebat pun kita, sberapa pintar pun kita, seberapa kuat pun kita, jika Allah tidak menyatakan dirinya pada kita maka kita tidak akan mengenal Dia.
Nah, sekarang cukupkah sampai Allah mengenalkan dirinya pada kita? Apa bagian kita?
Bagian kita adalah menerima pengenalan itu. Kita tidak akan menegenal seseorang, ketika Ia mau mengenalkan dirinya tapi kita tidak menyambutnya. Demikian juga Tuhan. Kita tidak akan mengenal Tuhan, jika setelah Tuhan menyatakan diriNya pada kita hati kita tetap tertutup. Hati kita menolak. Pertanyaannya, maukah kita membuka pintu hati kita?
Yesus melanjutkan perkataanNya pada Petrus;” Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.
Sebuah alur yang begitu indah dinyatakan Tuhan Yesus di sini. Setelah mendengar pengakuan Petrus tentang pengenalanNya akan Mesias, Yesus mengangkat konsep gereja. Ia mengatakan: Hai Petrus (bahasa Yunani Petros=batu kecil) kau akan menjadi salah satu batu kecil yang akan didirikan di atas Petra ini  (Petra=batu karangàYesus).
Ya, inilah konsep gereja yang diangkat Tuhan Yesus. Sesudah kita percaya, kita mengaku bahwa Yesus adalah Mesias kita, maka kita kan menjadi salah satu petros itu yang dipakai untuk membangun gereja yang dasarNya adlah Kristus (Petra=batu karang). Petrus sangat memahami konsep ini sehingga dalam I Petrus 2:4-5 Petrus menuliskan:  Dan datanglah kepada-Nya, batu yang hidup itu, yang memang dibuang oleh manusia, tetapi yang dipilih dan dihormat di hadirat Allah.Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.
Pertanyannya bagi kita adalah, bagaimana dengan kita yang sudah menerima Kristus, mendapat pengenalan akan Dia, sudahkah kita menjadi salah satu batu kecil (petros) itu? sudahkah kita menjadi bagian dari suatu persekutuan/gereja? Sudahkah kita memberi diri untuk dipakai Allah dalam membangun gereja/persekutuan?
Tidak hanya sampai di sana, Yesus masih melanjutkan alur ceritanya. Ia kemudian berkata: “Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga." (Mat 16:19)
Setelah konsep anugerah dan gereja Yesus meneruskannya pada konsep kesaksian (perwalian). Dia berkata: Karena Engkau adalah Petrus maka Engkau akan menajadi saksiKu, engkau memegang kunci Kerajaan Sorga, sehingga apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.
Bagaimana dengan kita yang sudah menerima Kristus dan menjadi bagian dari gereja/persekutuan. Sudahkah kita menyaksikan Kristus dalam hidup kita sehari-hari? Apakah bukti bahwa kita sudah menerima Dia sebagai Juruselamat kita? Kita harus bijak menayksikan Dia, karena kita adalah saksi kristus.