Lord I Surrender Fully (LISFY)

Filed under: , by: COGS

Singing :D

Search me Oh Lord
And seek out my heart
Surround me with Your Spirit
And never be apart

O where can I go from Your Spirit
And where can I go from Your presence
As high as the heavens to the deepest sea
Oh Lord, You are there

Chorus:
How great is Your love and Your mercy for me
With every breath I take
I will worship
Lead my way, I pray
Lord I surrender

How awesome Your presence
Your glory I see
I bow down before You in worship
I will wait on You
Lord I Surrender

Tittle : Lord I Surrender
By Sydney Mohede
Album Surrender

Abis dengerin lagu ini langsung inget ama kalian ni COGS.. Inget ga ada apa dengan LISFY?? Yuppss.. itu nama KKP pertama kita :D

Waktu itu aku ingat si Mey yang ngusulin nama LISFY, tapi ntah kenapa ya tiba2 KKP kita berubah jadi COGS? Ada yang ingat? Ada yang ingat? Keknya biar lebih keliatan anak STANnya ya jadi nyari nama yang ada unsur unsur akuntansi gitu.. hehehe.. finally terpilihlah COGS (Cause of God Salvation) a.k. (Cost of Good Sold) hehehhe :D

Aku udah tau sih ni lagu dari lama, cuman baru ngeh ama kalimatnya.. Maklum, kalau lagu bahasa Inggris biasanya cuman dengerin nadanya aja, listening aku kurang bagus dulu. Xixixi. Tapi setelah mendengarkan baik-baik ni liriknya kemarin tiba-tiba keingat Mazmur 139, liriknya ke Mazmur 139 banget yak :D Ayat yang ga bakalan aku lupa seumur hidup..

Ada yang tau ada apa dengan Mazmur 139?? Yuppiiiee.. bener.. itu bacaan pertama kita saat Bintal pertama saat Dinamika PMK STAN. Ingat banget waktu itu dibagiin pembatas alkitab unik banget gambar orang depannya ada tanda tanya (Who am I?) trus dibelakangnya ada tulisan (Dear : *** You are the choosen one!). So sweet banget ga sih?? Pembatasnya juga unik, handmade gitu.. Dalam hati, so sweet banget sih ni bela-belain buat handmade gitu, kan bisa aja biar ga ribet di print aja. Akhhh.. Thankeu PMK STAN :D


Waktu tuh pas banget sikonnya.. rata-rata kita masih pada galau “bener ga sih Tuhan tempat aku di STAN?” dan aku bersyukur banget bintal saat itu memantapkan hatiku di STAN. Karena seluruh hidup kita ada ditangan Tuhan bahkan saat kita masih di kandungan ibu kita, “mata Tuhan melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitabMu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk,sebelum ada satu pun dari padanya (Maz 139:16)” Dasyat banget ga sih nih ayatt?? *.* Aku rasa ayat ini juga masih berlaku saat saat seperti ini, saat penantian akan kepastian TKD, instansi, penempatan don’t be worry guys Tuhan beserta, Tuhan sudah mengaturnya.. bahkan untuk saat saat selanjutnya, kapan kita nikah, kapan punya anak, kapan punya cucu, semuanya Tuhan sudah mengaturnya.. :’)

Dan aku jadi kangen PMK STAN, kangen doa pagi selasa jumat, kangen tentir, kangen kebaktian Jumat, kangen ngajar di lapak, kangen kunjungan kasih, dan terutama kangen KTB kita :’)

Dulu awal-awal masih males banget kalau kelompok kecil, soalnya rasanya cuman kelompok kecil kita yang rajin banget tiap minggu mesti kelompok kecil. Yang bikin males tuh mesti PA.nya itu lohh apalagi kalau ayatnya udah banyak, ampunn dahhh.. tapi untungnya lama kelamaan kita udah terbiasa ya guys, puji Tuhan sampai di tinggal kak agnes pun kita tetap bisa jalan. Akhhh.. COGS.. aku beneran kangen kalian loh. Kangen PA lagi, kangen bersekutu bersama kalian. Sekarang udah kering banget rasanya ga pernah PA lagi.. huhuhuhu.. Kangen ada yang ngingetin ayokk PA, udah persiapan belom?? Hayoo, gimana satemu?? Gimana jam doamu?? Huhuhuhu.. Semoga ya kita semua penempatan pada di Jakarta biar KTB kita bisa jalan lagii.. Akh kangen kangen kangen kalian.. U are my angel :*


Percakapan antara saya dan Tuhan Yesus.

Filed under: by: COGS

Ini sudah hari kedua berturut-turut saya kena hukuman nge-blog karena tidak sate tepat waktu. Ah salahkan otak bodoh saya yang berani-beraninya berpikir kalau tidak tidur adalah pilihan tepat untuk bisa bangun pagi. Nyatanya, badan saya menyerah sekitar pukul 4 pagi dan baru kembali ke dunia nyata pada pukul 10 pagi. Iya pagi, bukan malam. Walaupun kebo, saya masih tau diri mengatur pola tidur kok. Dan walaupun tau diri ternyata saya tidak tau baca jam. Tiap hari berjanji bahwa akan tidur di pukul 10 malam dan kemudian baru tidur ketika jam putih berbentuk lingkaran di dinding saya menunjuk pukul 2 pagi. Atau 3 pagi. Itupun karena mata saya sudah terlalu lelah menatap layar monitor laptop.

Lalu dengan lantangnya saya berujar kalau pola tidur yang tidak terkendalikan itulah penyebab utama saya tidak bisa sate tiap pagi. Atau malam. Atau siang. Atau sore. Nyatanya saya sering tidak sate. Entahlah, mungkin karena terlalu terbuai dengan indahnya dunia manusia atau dunia di laptop. Padahal jelas-jelas yang salah yaa saya. Emm, mungkin otak saya. Bukan. Mindset saya. Intinya SAYA. Bukan, bukan salah Tuhan yang menciptakan saya. Bukan . . .

Saya tidak tau apa ini berhubungan atau tidak. Tapi yang jelas beberapa peristiwa hari ini mengajarkan saya sesuatu. Sering kita terlalu takut membuat kecewa orang lain. Teman, orang tua atau atasan kita. Tapi tidak begitu peduli ketika keputusan itu mengecewakan Tuhan. Saya begitu takut menolak ajakan teman untuk hang out, tapi sudah beribu kali menolak ajakan Tuhan untuk berdoa sebelum tidur. Saya rela berjuang 3 tahun di kampus saya demi menyenangkan orang tua (well, demi masa depan saya juga) tapi malas berjuang bangun pagi sehari saja untuk 15 menit berbagi cerita dan harapan dengan Tuhan.

Yesus itu sebenarnya siapa saya? Kadang saya bingung, apa hubungan saya sama Yesus seperti habis manis sepah dibuang ya? Datang ketika perlu, dibuang ketika tak perlu. Semacam win-win solution. Di pihak saya tentunya. Jadinya, win solution.

Karena takut teman saya sedih, saya menerima ajakannya. Karena takut orang tua menangis, saya habiskan 3 tahun untuk melakukan sesuatu yang tidak saya suka. Karena jarang baca Alkitab, saya tidak kurang takut ketika nyatanya saya jarang sate, gereja dalam rangka formalitas, sering bohong, itung-itungan kalau berbuat baik, dan sekarung dosa lainnya yang kalau disebutkan satu-persatu bahkan seluruh jagat bumi pun muak mendengarnya. Saya tidak takut. Bukan. Saya kurang takut. Bukan. Saya tidak peduli. Bukan! Saya takut sih, tapi ya mau bagaimana lagi saya kan manusia. Wajar dong berdosa. Kalau tidak berdosa, saya mungkin sudah jadi Tuhan Yesus sekarang.

(tertawa kecut) Kalau begitu, Yesus mungkin akan bilang. Saya juga Anak Allah. Harusnya bisa bersantai-santai dong. Harusnya ngga perlu jadi manusia dong. Harusnya ngga dihina-hina orang banyak dong. Harusnya ngga disalibkan di Golgota dong. Tapi apa yang sudah dilakukan Yesus? Apakah Ia pernah bilang karena Dia Anak Allah, Ia tidak seharusnya disalibkan di Golgota? Coba cari di Alkitab.

Lalu, siapa saya ketika berucap, saya kan manusia berdosa  tidak seharusnya dihukum hanya karena dosa-dosa kecil semacam tidak sate? Lalu kalau jarang membaca Alkitab apa fondasi hidup saya sebagai seorang Kristen? Kalung salib? Alkitab yang teronggok di samping bantal? Atau persentase kehadiran saya di gereja? Sekecil itukah iman saya pada Yesus? Mulut saya sesumbar mengucap Dia Juruselamat Hidup saya, tapi nyatanya saya bahkan tidak begitu mengenal Dia. Tidak begitu peduli ketika Dia kecewa dengan hubungan kami yang berantakan karena kemalasan saya. Tidak begitu percaya bahwa Dia sudah menjamin masa depan saya dan saya malah lebih memilih ketakutan sepanjang hari akan nasib selanjutnya setelah wisuda. Tidak begitu intens membangun hubungan yang baik dengan-Nya karena memang saya belum punya fondasi yang kuat. Dan kembali lagi. Fondasi itu firman Tuhan. Baca Alkitab. Saat Teduh. Berdoa. Berkomunikasi dengan-Nya. Bukankah komunikasi adalah kunci sebuah hubungan yang baik? J

Saya pernah membaca tulisan jadikanlah Yesus sebagai teladan hidupmu. Dari gaya hidup saya di atas, sisi mananya Yesus yang sudah saya teladani?

APLIKASI
Mulai besok dan seterusnya saya harus mau berjuang tidur cepet dan bangun pagi untuk cerita sama Tuhan Yesus karena Yesus kangen dan sayang sama saya. Jadinya, saya nggak boleh mengecewakan DIA.


semua itu BAIK! :)

Filed under: by: COGS

Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan  -  Yeremia 29:11

dan ayat inilah yang telah mengubahkan hidupku hingga saat ini.

Pertama kali denger ayat ini kira-kira pas SMA-an. Udah kebayang kan gimana malasnya saya baca Alkitab sampai-sampai ayat super seperti ini baru pernah dengar pada tahun ke 17 di hidup saya. Pas dengernya itu kalu ngga salah pas masa-masa mau UN sama SNMPTN. Jadinya, ini ayat betul-betul menguatkan aku sekali pada saat-saat itu.

Pas masa-masa SNMPTN, iya aku memang menggantungkan masa depanku pada Tuhan. Tapi pengharapan yang pake syarat. "Tuhan, iya deh aku ikut kehendak-Mu aja, tapi kan kalau aku kuliah di X kan lebih bagus Tuhan, aku senang, orangtua senang, buat aku disitu aja ya Tuhan" . Sangat tipikal anak SMA.

Singkat cerita, rencana Tuhan berbeda total dengan harapan dan mimpi-mimpiku pas SMA. Saat itu depresi banget. Rasanya udah pengen nyerah aja. Merasa bahwa Tuhan itu ngga adil. Ngga pengen liat anak-Nya senang. Pemikiran yang sangat dangkal memang. Namun, saat itu aku memang sangat terbawa dengan situasi dan kondisi di sekitarku.

Kemudian, aku ingat ayat ini. Yeremia 29:11. Jujur, saat itu hatiku langsung tenang sekalii. Merasa bersalah setengah mati udah nyalah-nyalahin Tuhan. Dan memang iyaaa, rencana Tuhan itu memang yang terbaik. Finally, aku diterima juga di kampus lainnya, yang walaupun bukan impianku tapi sudah Tuhan rencanakan hal-hal luar biasa yang akan terjadi dalam kehidupanku di sana.

Saat itu, Tuhan seperti bilang, " Mey, aku tahu yang terbaik untukmu. Percayalah, kau kutempatkan di sini bukan karena aku ingin membuatmu menderita. Aku akan menemanimu sepanjang hidupmu. Yakinlah, di sini lebih baik". Ngga mudah memang menerimanya. Akal sehat kita sebagai manusia akan selalu menuntut kepuasan duniawi. Ketika harapan dan mimpi berbeda dengan rancangan Tuhan, terkadang sulit sekali bagi kita untuk tetap menerima rancangan-Nya itu dengan penuh rasa syukur dan sukacita.

Tapi, sekalii lagi ayat ini lah yang menguatkan ku. Aku diajari Tuhan kalau semua yang berasal dari Dia itu baik. Ngga ada yang buruk. Pokokny BAIKK deh. Selama kuliah dan menjalani kehidupan di sini pun aku selalu ingat akan ayat itu.

Pernah suatu saat aku sakit dan tertidur pas UAS, alhasil aku bolos dan harus ikut ujian ulang. Masalahnya pengurusan untuk ikut ujian ulang itu lumayan sulit dan jadwalnya pun bisa-bisa bertabrakan dengan jadwal pulang kampung yang bahkan udah dibeli tiketnya. Otakku yang begitu pendeknya saraf-saraf imannya langsung bilang " ahhhh, Tuhan kenapa malah bikin aku sakit pas UAS, udah gitu ngga bangunin lagi. Kenapa Tuhan? Kenapa? ". Thank God, Tuhan kita itu Tuhan Yang Maha Pengampun. Dia sadarkan aku bahwa memang itu yang terbaik. Dia seakan bilang, " Aku hanya mengujimu anak-Ku, bukan mencederaimu. Mampukah Kau tetap setia bahkan di saat tersulit dalam hidupmu? Mampukah kau tetap berpengharapan pada-Ku bahkan di saat semua orang-orang di sekitarmu meninggalkanmu. Tenanglah, Aku akan selalu bersamamu". Dan sekali lagi aku rasanya seperti tertampar sama ribuan obor api yang berjarum di sekitar apinya (buset dahh perumpamaannya) . Tapi memang iyaaa. Bahkan di umurku yang hampir menginjak 20 pun, aku masih belum bisa dewasa dalam berpikir dan dalam imanku. Begitu mudahnya aku berpikir bahwa Tuhan itu jahat hanya perkara UAS belaka.

Dan sejak saat itulah, setiap langkah hidupku selalu aku biarkan tangan Tuhan yang bekerja, selalu aku pasrahkan kehendak-Nya yang terjadi dan selalu aku berpengharapan hanya pada-Nya karena aku tahu, aku yakin dan aku percaya RENCANANYA ITU BAIK!
#walau terkadang naluri kemanusiaanku bilang ini semua salah Tuhan atau Tuhan itu ngga adil, Yeremia 29:11 selalu mengingatkanku rancangan-Nya itu rancangan DAMAI SEJAHTERA! :))


GOD IS GOOD TO EVERYONE!

GOD BLESS