TPPB 12 PRISKILA : MITRA DALAM KEPEMIMPINAN PELAYANAN (KIS 18:1-4,18-28)

Filed under: by: COGS

PRISKILA : MITRA DALAM KEPEMIMPINAN PELAYANAN (KIS 18:1-4,18-28)
Oke guys, ini hukuman keduaku. Setelah membaca post blog dari mey semalam, berharap ini adalah postingan blog terakhir dariku gara2 telat sate. Hufftt..

Kali ini aku mau share hasil PA dari TPPB 12 aja ya, hahahaha... sambil menyelam minum air, sambil persiapan untuk KTB berikutnya, ak juga bisa gunakan bahan ini untuk hukumanku. ^^v

Beside ak udah ga sabar sebernya memPAkan bab ini. Apalagi baca pengantar PA dari TPPBnya sendiri, bikin makin pengen nikah aja, hahahahaha.. Aku share pengantarnya juga yauu :
Salah satu sukacita terbesar dalam pernikahan saya adalah kerjasama yang terjadi antara Andy dan saya. Ini tampak dalam banyak hal. Misal, dia menikmati bekerja di dapur lebih daripada saya dan banyak berkreasi dengan menu masakan kami. Kami membesarkan anak-anak bersama. Kami berdua bertanggung jawab menjadi sopir dan memelihara mobil. Saya membayar tagihan. Dia memeriksa buku catatan. Kami juga saling berbagi kepemimpinan dalam pelayanan. Dalam pelajaran ini kita akan memperhatikan sepasag suami istri dalam gereja mula-mula yang juga merasakan nikmatnya berbagi kepemimpinan dalam pelayanan.

OBSERVASI
Paulus di Korintus
18:1 Kemudian Paulus meninggalkan Atena, d  lalu pergi ke Korintus. 
Untuk pergi ke Korintus dapat dilalui baik melalui darat sepanjang tanah genting (jarak sekitar 50 mil) atau lewat laut dari Piraeus, pelabuhan Athena, untuk Kengkrea, di pantai timur tanah genting Korintus.
Korintus, sebuah kota kuno di Yunani, dalam banyak hal merupakan kota metropolitan Yunani yang terkemuka pada zaman Paulus. Seperti halnya banyak kota yang makmur pada masa kini, Korintus menjadi kota yang angkuh secara intelek, kaya secara materi, dan bejat secara moral. Segala macam dosa merajalela di kota ini yang terkenal karena perbuatan cabul dan hawa nafsu.
Nantinya bersama dengan Priskila dan Akwila (1Kor 16:19) dan rombongan rasulinya sendiri (Kis 18:5), Paulus mendirikan jemaat Korintus itu selama delapan belas bulan pelayanannya di Korintus pada masa perjalanan misinya yang kedua (Kis 18:1-17). Jemaat di Korintus terdiri dari beberapa orang Yahudi tetapi kebanyakan adalah orang bukan Yahudi yang dahulu menyembah berhala. 

18:2 Di Korintus e  ia berjumpa dengan seorang Yahudi bernama Akwila, yang berasal dari Pontus. Ia baru datang dari Italia dengan Priskila, f  isterinya, karena kaisar Klaudius g  telah memerintahkan, supaya semua orang Yahudi meninggalkan Roma. Paulus singgah ke rumah mereka. 
Menurut John Gill – Akwila adalah nama dari Roma yang diberikan kepadanya atau nama Roma yang ia pilih sendiri. Bahasa Latinnya ”Aquila” yang artinya elang/rajawali. Nama ini dalam bahasa Ibrani, Nesher.
Pontus adalah salah satu propinsi di Asia Kecil yang membentang sepanjang selatan laut hitam.
Menurut Robertson’s Word Pictures - Priska adalah sebuah nama dalam keluarga Acilian dan Priski adalah nama dari kaum bangsawan lainnya. Di sini, kita mendapat gambaran bahwa kemungkinan sekali Priskila adalah keturunan bangsawan.
Mereka berdua sebelumnya tinggal di Roma tetapi karena ada masalah di sana maka kaisar Klaudius menyuruh semua orang Yahudi meninggalkan Roma, maka mereka berdua lalu pindah ke kota Korintus.
Dalam Kis 11:28, nama Kaisar Klaudius disebutkan “Seorang dari mereka yang bernama Agabus d  bangkit dan oleh kuasa Roh ia mengatakan, bahwa seluruh dunia e  akan ditimpa bahaya kelaparan yang besar. Hal itu terjadi juga pada zaman Klaudius. f “

18:3 Dan karena mereka melakukan pekerjaan yang sama, ia tinggal bersama-sama dengan mereka. Mereka bekerja bersama-sama, h  karena mereka sama-sama tukang kemah 1 . 
MEREKA SAMA-SAMA TUKANG KEMAH.
Paulus melakukan pekerjaan lain di samping memberitakan Injil; dia seorang tukang kemah, serta mencari nafkah dengan cara ini sepanjang perjalanannya atau ketika tinggal di suatu tempat (Kis 20:341Tes 2:92Tes 3:8). Dari teladan Paulus jelaslah bahwa hamba-hamba Tuhan yang harus bekerja untuk menghidupi diri dan keluarga tidak melakukan hal yang salah. Alkitab dan para rasul telah memberi contoh lebih dahulu tentang hal merangkap pekerjaan.
Mereka pengusaha tetapi punya hati penginjil. Tapi ada banyak penginjil punya hati pengusaha, lalu lari tinggalkan pelayanan demi usaha. Mereka suami isteri sama-sama giat dalam pelayanan bahkan sangat mungkin Priskila lebih giat karena namanya selalu disebutkan terlebih dahulu (sesuatu yang di luar kebiasaan). Ada banyak isteri begitu giat melayani tapi suami, bahkan bergereja pun tidak, begitupun sebaliknya.  Ada banyak orang sewaktu muda, giatnya bagi Tuhan luar biasa tetapi semua semangat pelayanan itu berakhir sampai pada hari pernikahan mereka. Mengapa setelah menjadi suami isteri tidak bisa sama-sama giat dalam pelayanan? Dalam pelayanan, mereka menunjukkan kesetiaan. Ini terbukti dari giatnya mereka melayani bersama Paulus di Korintus. Saat Paulus menulis surat untuk jemaat Korintus, Paulus menyampaikan salam kepada jemaat Korintus dari Priskila dan Akwila dan jemaat di rumah mereka (saat itu mereka di Efesus). Selanjutnya Paulus menulis surat kepada jemaat Roma dan menitip salam untuk mereka dan jemaat di rumah mereka (saat itu mereka sudah kembali ke Roma). Ini menunjukkan bahwa di mana saja mereka berada, semangat mereka untuk melayani tidak pernah kendor. Mereka benar-benar setia terhadap pelayanan.
Rm 16:3-5a Sampaikan salam kepada Priskila dan Akwila, g  teman-teman sekerjaku h  dalam Kristus Yesus. i  Mereka telah mempertaruhkan nyawanya untuk hidupku. Kepada mereka bukan aku saja yang berterimakasih, tetapi seluruh jemaat bukan Yahudi. Salam juga kepada jemaat di rumah mereka.
1Kor 16:19 Salam kepadamu dari Jemaat-jemaat di Asia Kecil. x Akwila, Priskila y  dan Jemaat di rumah z  mereka menyampaikan berlimpah-limpah salam kepadamu. 
Ketika Paulus dalam bahaya dan kesusahan yang besar, Priskila dan Akwila menjaganya walaupun hidup mereka sendiri dalam bahaya. Inilah harga mahal yang dibayar oleh Priskila karena kasihnya kepada Kristus. Rela kehilangan nyawa dan harta di bumi demi mendapatkan jiwa-jiwa dan memperluas Kerajaan Tuhan.

18:4 Dan setiap hari Sabat i  Paulus berbicara dalam rumah ibadat j  dan berusaha meyakinkan orang-orang Yahudi dan orang-orang Yunani. 

Paulus kembali ke Antiokhia
18:18 Paulus tinggal beberapa hari lagi di Korintus. Lalu ia minta diri kepada saudara-saudara g  di situ, dan berlayar ke Siria, h  sesudah ia mencukur rambutnya di Kengkrea, i  karena ia telah bernazar. j Priskila dan Akwila k  menyertai dia. 
Soal nazar Paulus beberapa kitab menyebutkan soal nazar tersebut.  Bil 6:2 "Berbicaralah kepada orang Israel dan katakanlah kepada mereka: Apabila seseorang, laki-laki atau perempuan, mengucapkan nazar n  khusus, yakni nazar orang nazir 1 , o  untuk mengkhususkan dirinya p  bagi TUHAN, 
6:5 Selama waktu nazarnya sebagai orang nazir janganlah pisau t cukur lalu di kepalanya; u  sampai genap waktunya ia mengkhususkan dirinya bagi TUHAN, haruslah ia tetap kudus dan membiarkan rambutnya tumbuh panjang 2 . 
6:18 Maka haruslah orang nazir itu mencukur rambut kenazirannya w  di depan pintu Kemah Pertemuan, lalu mengambil rambut kenazirannya itu dan melemparkannya ke dalam api yang di bawah korban keselamatan. 
Kis 21:24 Bawalah mereka bersama-sama dengan engkau, lakukanlah pentahiran z  dirimu bersama-sama dengan mereka dan tanggunglah biaya mereka, sehingga mereka dapat mencukurkan rambutnya; a  maka semua orang akan tahu, bahwa segala kabar yang mereka dengar tentang engkau sama sekali tidak benar, melainkan bahwa engkau tetap memelihara hukum Taurat.
Rasanya keberhasilan pelayanan Paulus tidak mungkin terjadi kalau tidak mendapat dukungan yang cukup dari suami isteri Akwila dan Priskila ini mengingat Paulus tinggal di rumah mereka. Dukungan mereka terhadap pelayanan Paulus juga terlihat ketika Paulus hendak meninggalkan Korintus menuju Siria, di mana mereka mau menempuh jarak yang cukup jauh ke Efesus untuk mengantar Paulus bahkan kelihatannya mereka tinggal di Efesus. Mereka memohon kepada Paulus untuk tinggal bersama mereka di Efesus tapi Paulus menolak.

18:19 Lalu sampailah mereka di Efesus. l Paulus meninggalkan Priskila dan Akwila di situ. Ia sendiri masuk ke rumah ibadat dan berbicara dengan orang-orang Yahudi. 
Pada umumnya Alkitab selalu menyebut nama suami di depan, baru kemudian istri. Ketika pertama kali nama pasangan Akwila dan Priskila ini muncul, nama Akwila yang lebih dahulu disebutkan, tetapi selanjutnya nama Priskila mendahului suaminya. Lima dari tujuh ayat yang ada, nama Priskila diletakkan di depan Akwila. Ini mengindikasikan bahwa Priskila lebih menonjol di dalam pelayanan dibandingkan dengan suaminya. Tetapi hal itu tidak mengganggu bahtera rumah tangga mereka, karena di antara mereka ada pengertian dan kemampuan yang tinggi dalam hal bekerja sama. 

18:20 Mereka minta kepadanya untuk tinggal lebih lama di situ, tetapi ia tidak mengabulkannya. 

18:21 Ia minta diri dan berkata: "Aku akan kembali kepada kamu, jika Allah menghendakinya. m " Lalu bertolaklah ia dari Efesus. 
Hal ini sesuai dengan Yak 4:15 yang berbunyi, Sebenarnya kamu harus berkata: "Jika Tuhan menghendakinya 2 , i  kami akan hidup dan berbuat ini dan itu."

18:22 Ia sampai di Kaisarea dan setelah naik ke darat dan memberi salam kepada jemaat, ia berangkat ke Antiokhia.

18:23 Setelah beberapa hari lamanya ia tinggal di situ, ia berangkat pula, lalu menjelajahi seluruh tanah Galatia p  dan Frigia q  untuk meneguhkan hati semua murid 4 . r 
MENEGUHKAN HATI SEMUA MURID. Dengan ayat ini dimulai perjalanan misi ketiga Paulus (Kis 18:23-21:15). Paulus berangkat untuk mengunjungi jemaat-jemaat yang didirikan pada perjalanan pertama (pasal Kis 13:1-14:28) dan kedua (pasal Kis 15:36-18:22). Paulus tidak pernah memenangkan jiwa lalu melupakan mereka; dia juga sangat memperhatikan tingkah laku orang percaya baru dan memperkuat mereka dalam jalan Kristus. Semua orang yang baru percaya harus segera dihubungi oleh orang Kristen yang sudah mantap untuk didoakan dan dibina dalam cara Kristen serta didorong untuk berkumpul dengan orang percaya lain untuk ibadah, doa, pelayanan Firman Allah, dan penyataan Roh Kudus bagi kepentingan bersama (Kis 2:42Mat 28:19-201Kor 12:7-11; 14:1-40).

Apolos di Efesus
18:24 Sementara itu datanglah ke Efesuss  seorang Yahudi bernama Apolos, t  yang berasal dari Aleksandria. Ia seorang yang fasih berbicara dan sangat mahir dalam soal-soal Kitab Suci. 
Apolos yang dimaksud disini adalah Apolos dalam 1Kor 1:12. Yang aku maksudkan ialah, bahwa kamu masing-masing berkata: Aku dari golongan Paulus. x  Atau aku dari golongan Apolos. y  Atau aku dari golongan Kefas 2 . z  Atau aku dari golongan Kristus 3 .
Ia berasal dari Alexandria. kota Alexandria adalah salah satu kota di Mesir (kota nomor dua setelah Roma) yang adalah pusat kebudayaan dan pendidikan Helenistik. Di sana ilmu pengetahuan berkembang dengan hebat, banyak sekolah didirikan di sana, bahkan ada perpustakaan yang dibangun oleh Ptolomeus (yang dibakar orang Islam), di sanalah Alkitab LXX dibuat, menurut Josephus di sana ada juga sekolah teologia yang terkenal dengan tafsiran alegorisnya. Jadi kelihatannya Apolos ini adalah alumni sekolah teologia Alexandria dan kualitas dirinya tidak diragukan.
Ia mahir dalam soal-soal Kitab Suci. Yang dimaksud dengan Kitab Suci di sini tentu hanya Perjanjian Lama saja, karena pada saat itu Perjanjian Baru belum ada. Ini adalah salah satu alasan yang menyebabkan banyak orang menganggap bahwa Apolos adalah penulis surat Ibrani.

18:25 Ia telah menerima pengajaran dalam Jalan Tuhan. Dengan bersemangatu  ia berbicara dan dengan teliti ia mengajar tentang Yesus, tetapi ia hanya mengetahui baptisan Yohanes 5 . v  
Dengan bersemangat. Hal ini sesuai dengan Rom12:11 Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala z  dan layanilah Tuhan.
Apolos melayani Tuhan dengan bersemangat, akan tetapi ia HANYA MENGETAHUI BAPTISAN YOHANES. Pada saat itu pemahaman Apolos tentang Injil terbatas. Dia telah menerima baptisan Yohanes dan percaya kepada Yesus sebagai Mesias yang disalib dan dibangkitkan. Yang belum dipelajarinya ialah bahwa Yesus sendiri kini membaptiskan semua orang percaya dalam Roh Kudus. Para murid di Efesus berada dalam situasi yang sama (Kis 19:2,6).

18:26 Ia mulai mengajar dengan berani di rumah ibadat. Tetapi setelah Priskila dan Akwila w  mendengarnya, mereka membawa dia ke rumah mereka dan dengan teliti menjelaskan kepadanya Jalan Allah.
 

18:27 Karena Apolos ingin menyeberang ke Akhaya, x  saudara-saudara y  di Efesus mengirim surat kepada murid-murid di situ, supaya mereka menyambut dia. Setibanya di Akhaya maka ia, oleh kasih karunia Allah, menjadi seorang yang sangat berguna bagi orang-orang yang percaya. 

18:28 Sebab dengan tak jemu-jemunya ia membantah orang-orang Yahudi di muka umum dan membuktikan dari Kitab Suci z bahwa Yesus adalah Mesias. a 
Apolos melakukan debat terbuka dan ini berguna bagi jemaat. Di sini kita melihat bahwa pelayanan Apolos menjadi semakin berkembang dan luar biasa. Tetapi semua itu jelas ada andil Priskila dan Akwila di dalamnya. Bahwa Priskila dan Akwila mengajar Apolos, menunjukkan bahwa mereka tidak iri hati pada karunia Apolos. Ada banyak orang ketika melihat orang lain maju, bukannya mendukung malah iri hati terhadap orang tersebut.

INTERPRETASI
Ketika Paulus dalam bahaya dan kesusahan yang besar, Priskila dan Akwila menjaganya walaupun hidup mereka sendiri dalam bahaya. Inilah harga mahal yang dibayar oleh Priskila karena kasihnya kepada Kristus. Rela kehilangan nyawa dan harta di bumi demi mendapatkan jiwa-jiwa dan memperluas Kerajaan Tuhan.

APLIKASI
-      Menjadi seorang pendamping hidup yang bisa berbagi kepemimpinan dalam pelayanan.
-      Tetap setia melayani Tuhan walaupun sudah menikah.

Percakapan antara saya dan Tuhan Yesus.

Filed under: by: COGS

Ini sudah hari kedua berturut-turut saya kena hukuman nge-blog karena tidak sate tepat waktu. Ah salahkan otak bodoh saya yang berani-beraninya berpikir kalau tidak tidur adalah pilihan tepat untuk bisa bangun pagi. Nyatanya, badan saya menyerah sekitar pukul 4 pagi dan baru kembali ke dunia nyata pada pukul 10 pagi. Iya pagi, bukan malam. Walaupun kebo, saya masih tau diri mengatur pola tidur kok. Dan walaupun tau diri ternyata saya tidak tau baca jam. Tiap hari berjanji bahwa akan tidur di pukul 10 malam dan kemudian baru tidur ketika jam putih berbentuk lingkaran di dinding saya menunjuk pukul 2 pagi. Atau 3 pagi. Itupun karena mata saya sudah terlalu lelah menatap layar monitor laptop.

Lalu dengan lantangnya saya berujar kalau pola tidur yang tidak terkendalikan itulah penyebab utama saya tidak bisa sate tiap pagi. Atau malam. Atau siang. Atau sore. Nyatanya saya sering tidak sate. Entahlah, mungkin karena terlalu terbuai dengan indahnya dunia manusia atau dunia di laptop. Padahal jelas-jelas yang salah yaa saya. Emm, mungkin otak saya. Bukan. Mindset saya. Intinya SAYA. Bukan, bukan salah Tuhan yang menciptakan saya. Bukan . . .

Saya tidak tau apa ini berhubungan atau tidak. Tapi yang jelas beberapa peristiwa hari ini mengajarkan saya sesuatu. Sering kita terlalu takut membuat kecewa orang lain. Teman, orang tua atau atasan kita. Tapi tidak begitu peduli ketika keputusan itu mengecewakan Tuhan. Saya begitu takut menolak ajakan teman untuk hang out, tapi sudah beribu kali menolak ajakan Tuhan untuk berdoa sebelum tidur. Saya rela berjuang 3 tahun di kampus saya demi menyenangkan orang tua (well, demi masa depan saya juga) tapi malas berjuang bangun pagi sehari saja untuk 15 menit berbagi cerita dan harapan dengan Tuhan.

Yesus itu sebenarnya siapa saya? Kadang saya bingung, apa hubungan saya sama Yesus seperti habis manis sepah dibuang ya? Datang ketika perlu, dibuang ketika tak perlu. Semacam win-win solution. Di pihak saya tentunya. Jadinya, win solution.

Karena takut teman saya sedih, saya menerima ajakannya. Karena takut orang tua menangis, saya habiskan 3 tahun untuk melakukan sesuatu yang tidak saya suka. Karena jarang baca Alkitab, saya tidak kurang takut ketika nyatanya saya jarang sate, gereja dalam rangka formalitas, sering bohong, itung-itungan kalau berbuat baik, dan sekarung dosa lainnya yang kalau disebutkan satu-persatu bahkan seluruh jagat bumi pun muak mendengarnya. Saya tidak takut. Bukan. Saya kurang takut. Bukan. Saya tidak peduli. Bukan! Saya takut sih, tapi ya mau bagaimana lagi saya kan manusia. Wajar dong berdosa. Kalau tidak berdosa, saya mungkin sudah jadi Tuhan Yesus sekarang.

(tertawa kecut) Kalau begitu, Yesus mungkin akan bilang. Saya juga Anak Allah. Harusnya bisa bersantai-santai dong. Harusnya ngga perlu jadi manusia dong. Harusnya ngga dihina-hina orang banyak dong. Harusnya ngga disalibkan di Golgota dong. Tapi apa yang sudah dilakukan Yesus? Apakah Ia pernah bilang karena Dia Anak Allah, Ia tidak seharusnya disalibkan di Golgota? Coba cari di Alkitab.

Lalu, siapa saya ketika berucap, saya kan manusia berdosa  tidak seharusnya dihukum hanya karena dosa-dosa kecil semacam tidak sate? Lalu kalau jarang membaca Alkitab apa fondasi hidup saya sebagai seorang Kristen? Kalung salib? Alkitab yang teronggok di samping bantal? Atau persentase kehadiran saya di gereja? Sekecil itukah iman saya pada Yesus? Mulut saya sesumbar mengucap Dia Juruselamat Hidup saya, tapi nyatanya saya bahkan tidak begitu mengenal Dia. Tidak begitu peduli ketika Dia kecewa dengan hubungan kami yang berantakan karena kemalasan saya. Tidak begitu percaya bahwa Dia sudah menjamin masa depan saya dan saya malah lebih memilih ketakutan sepanjang hari akan nasib selanjutnya setelah wisuda. Tidak begitu intens membangun hubungan yang baik dengan-Nya karena memang saya belum punya fondasi yang kuat. Dan kembali lagi. Fondasi itu firman Tuhan. Baca Alkitab. Saat Teduh. Berdoa. Berkomunikasi dengan-Nya. Bukankah komunikasi adalah kunci sebuah hubungan yang baik? J

Saya pernah membaca tulisan jadikanlah Yesus sebagai teladan hidupmu. Dari gaya hidup saya di atas, sisi mananya Yesus yang sudah saya teladani?

APLIKASI
Mulai besok dan seterusnya saya harus mau berjuang tidur cepet dan bangun pagi untuk cerita sama Tuhan Yesus karena Yesus kangen dan sayang sama saya. Jadinya, saya nggak boleh mengecewakan DIA.


TPPB 10 - LIDIA

Filed under: by: COGS

Ini hasil PA dari Kitab Kisah Para Rasul 16 : 6-15. Dan tokoh perempuan yang menjadi teladan COGS kali ini adalah Lidia. 

6-7-8
“mereka” adalah Paulus dan Silas. Silas adalah orang terpandang dan seorang nabi. Ia diutus menemani Paulus dan Barnaba bersama dengan Yudas(Barsabas). Namun, di pasal sebelumnya saat Paulus dan Barnabas berpisah, Silas lah yang ikut dengan Paulus. Dalam perjalanan mereka, mereka selalu dilindungi oleh Roh Kudus. “having been kept”
Setiap usaha penginjilan, dan kegiatan misionaris khususnya dalam perjalanan pekabaran Injil di dalam kitab ini adalah hasil pimpinan Roh Kudus (Kis 1:8; 2:14-41; 4:8-12,31; 8:26-29,39-40; 10:19-20; 13:2; Kis 16:6-10; 20:22). Bimbingan itu bisa berupa penyataan nubuat, dorongan dalam hati, keadaan tertentu atau penglihatan (ayat Kis 16:6-9). Dengan dorongan Roh Kudus orang percaya bergerak maju memberitakan Injil kepada yang belum diselamatkan. Ketika dicegah oleh Roh untuk pergi ke suatu arah, mereka akan ke arah yang lain, sambil berharap pada Roh Kudus untuk menyetujui atau tidak menyetujui rencana perjalanan mereka.

9
Di Troas Allah menyingkapkan rencana-Nya dengan mengirimkan seorang yang berkata, "Marilah menyeberang ke Makedonia menolong kami" (TL). Permintaan tersebut menghilangkan setiap masalah tentang bagaimana Paulus dapat mengenali orang tersebut sebagai orang Makedonia; permohonannya itu sudah menunjukkan asal usulnya.

10
Di sini terdapat bagian "kami" pertama yang demikian terkenal di dalam kitab ini, di mana narasi berubah dari orang ketiga menjadi orang pertama jamak. Alasan munculnya gejala penulisan ini telah diperdebatkan dengan hangat, tetapi penjelasan yang paling mudah ialah bahwa mulai titik ini penulis kisah bergabung menjadi rekan seperjalanan Paulus. Apabila penjelasan ini benar, maka Lukas bergabung dengan Paulus di Troas dan pergi bersamanya ke Filipi (ayat 16 merupakan akhir bagian "kami" pertama ini), di mana Lukas lalu tinggal di Filipi sedang Paulus melanjutkan perjalanannya.

11-12
Kota Filipi terletak di distrik pertama dari propinsi Makedonia. Oleh karena sebuah kota perantauan orang Roma, maka Filipi menjadi sebuah kota yang pada pokoknya Latin; pemerintahannya serupa dengan pemerintahan Roma.
Paulus naik kapal di Troas dan berlayar menuju ke Samotrake dan hari berikutnya ke Neapolis, yang merupakan pelabuhan dari Filipi, sebuah kota yang terletak sepuluh mil dari pantai. Makedonia dibagi menjadi empat wilayah atau bagian, dan Filipi merupakan ibu kota dari salah satu wilayah ini. Tempat itu juga merupakan kota perantauan orang Roma. Istilah koloni untuk kota itu berasal dari istilah bahasa Latin. yang mengacu pada kota-kota yang sebagian besar berpenduduk warga Romawi dan terletak di titik-titik strategis di seluruh kerajaan, yang mendapat beberapa hak khusus seperti pemerintahan sendiri, bebas dari penarikan pajak negara, dan hak yang sama dengan warga di Italia. Kota semacam itu merupakan semacam Roma kecil yang jauh dari pusat.

13
Di kota Filipi orang-orang Yahudi tidak mempunyai rumah ibadat (sinagoga). Mereka berkumpul dekat pada air (sehubungan dengan pembasuhan rituil). Orang Jahudi tentu tidak banjak di Pilipi, sebab malahan tidak mempunjai gedung sinagoga.
Rupanya di Filipi tidak ada masyarakat atau sinagoge Yahudi. Sepuluh orang sudah cukup untuk mendirikan sebuah sinagoge. Sekalipun demikian, ada sebuah tempat pertemuan tidak resmi untuk sekelompok perempuan Yahudi dan sejumlah orang yang takut akan Allah di luar kota di tepi sungai. Kata tempat sembahyang di dalam tulisan-tulisan Yahudi dianggap sama dengan "sinagoge". Setelah duduk, suatu sikap yang menunjukkan seseorang itu adalah seorang guru Yahudi.

14
Lidia mungkin adalah nama orang, atau mungkin juga berarti "orang Lidia," yang mengacu kepada wilayah dimana terletak Tiatira. Wilayah ini terkenal karena ada pabrik tenun kain ungu dan Lidia menjual barang dagangan tersebut di Filipi. Perempuan ini adalah orang bukan Yahudi yang telah menerima unsur-unsur tertinggi dari Yudaisme.
She was a worshiper of God “was” à selama ini mengikut Allah
Karena Lidia masuk Kristen, maka seluruh familinya masuk pula à masuk Kristen kemungkinan besar berarti dibaptis oleh Paulus, terus dia pengen seluruh keluarganya juga dibaptis sama Paulus
The Lord opened her heart to respond to Paul’s message.

15
Selaku perempuan yang cukup kaya, Lidia memiliki keluarga dan sejumlah pelayan yang mengikuti teladannya menjadi orang beriman dan dibaptis. Istilah seisi rumah bisa termasuk anak kecil dan bisa tidak.
Lydia adalah wanita pertama di benua Eropa yang bertobat, hasil dari penginjilan Rasul Paulus. Buah sulung untuk Tuhan dalam pelayanan Rasul Paulus. 
Berlawanan dengan kelakuannya yang lazim, bdk Kis 20:33-35; 1Te 2:9; 2Te 3:8; 1Ko 9, Paulus menjadi tamu Lidia. Selanjutnyapun Paulus menerima bantuan dari jemaat di Filipi, meskipun tidak pernah mau menerimanya dari jemaat lain, bdk Fili 4:10-18. Tidak ada penghormatan lebih besar terhadap cinta kasih Lidia dan orang-orang Kristen lain di Filipi.

Interpretasi
Paulus dan Silas betul-betul taat pada Tuhan. Mereka taat pada tuntunan Roh Kudus, mengikuti jalan yang dipimpin Roh Kudus karena mereka membangun hubungan yang dekat dengan Tuhan Yesus. Tuhan selalu membuka jalan untuk umat-Nya yang mau membuka hati untuk Dia. Paulus dituntun ke tempat-tempat tersebut karena memang ada umat-Nya yang butuh penginjilan. Lidia contohnya. Ia membuka hatinya untuk Tuhan , dibaptis, dan sangat ramah pada Paulus sampai memintanya untuk menumpang di rumahnya. Hati Lidia dibuka oleh Tuhan, sehingga ia mengerti Injil. 

Kesimpulan
Tuhan tahu isi hati setiap umat-Nya dan ngga akan ninggalin di belakang satu pun umat yang percaya pada-Nya. Asal percaya dan berserah, membangun hubungan yang dekat dengan-Nya, pasti dituntun Tuhan pasti dibukakan jalan, entah melalui orang lain atau hal-hal yang terjadi di sekitar kita. Selalu ingat orang yang bertumbuh dengan kita dalam Tuhan dan teman seiman, baru kenal atau sudah lama kenal. Tuhan menyayangi dia sama seperti Tuhan menyayangi kita. J

APLIKASI
Stop worrying stupid things!!! Your future is in God hands.

“saya mau datang kepada-Nya, saya menginginkan Kristus dan saya menginginkan Dia sekarang dan selamanya”

sumber : dari penelaahan sendiri dan diambil dari berbagai sumber


TPPB 11 - EUODIA DAN SINTIKHE

Filed under: by: COGS

Sabtu 7 September 2013. Hari itu kami, COGS, lagi KTB dan memPAkan Bab 11 dari Buku TPPB (Tokoh Perempuan  dalam Perjanjian Baru) yang taat dan yang sesat. Satu bab lagi dan kami telah menyelesaikan 3 buku PA selama 3 tahun. Tiba-tiba Mega mendapat sms dari kakaknya “Lagi apa?”, Mega bales “lagi KTB kak.” Kakak Mega membalas lagi “Bah, lalap KTB tapi paling sate juga bakal bolong-bolong kalau pulang” #KiraKiraSepertiILah.. Dan jleb jleb jleb..

Setiap minggu aplikasi setelah PA kami pasti selalu sama “Sate biar ga bolong2”, “Sate biar disiplin bisa pagi”, “jam doa biar teratur”, “pola hidup biar teratur” deelel..  3 buku PA dan masih seperti masih belajar buku MHB (memulai hidup baru). Bahkan untuk sekedar satepun masih jatuh bangun.. huffttt....

Dan akhirnya kami membuat satu proktat untuk saling mengirimkan hasil satenya sebelum jam 7 pagi mulai besok pagi (8 September 2013) sampai saat wisuda tar.  Kenapa sampai wisuda? Karena berdasarkan hasil penelitian orang lain (ntah sapa orangnya) disebutkan bahwa apabila kita teratur melakukan sesuatu selam 21 hari berturut-turut maka kita akan terbiasa melakukannya sebagai kebiasaan. Malam harinya aku mengingatkan temen-temen agar tidak begadang agar besok paginya bisa sate, tapi ternyata oh ternyata akulah yang gagal. Sebenernya aku udah tidur cepet sih, tapi tengah malem digigit nyamuk dan akhirnya ga bisa tidur dan akhirnya susah bangun pagi.. hufftt..

Akhirnya akulah yang kena hukuman, hukuman bagi yang gagal adalah nulis di blog hasil PA sari MHB, KTK dan TPPB.. So, karena kemaren baru aja PA bab 11 TPPB, aku share hasil PA kemarin *masih freesh.. xixixixixixi :D

Dalam TPPB 11, kami belajar dari Eudia dan Sintikhe yang diberi judul “Perempuan dalam Konflik”, bacaan diambil dari Fil 3:20-4:9 dan 2:1-8. Disini aku hanya berfokus pada Fil3:20-4:9 karena Fil2:1-8 sudah pernah dibahas di buku KTK (Ketuhanan Kristus) bab 7 *maybe bakal di bahas sama yang lain kalo kena hukuman :p

OBSERVASI
3:20     Karena kewargaan d  kita adalah di dalam sorga1 , e  dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus f  sebagai Juruselamat,
Kewargaan à ef 2:19 Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, w melainkan kawan sewarga x  dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga y  Allah.
Hal ini berarti kita adalah anggota keluarga Allah/anak Allah, oleh karena itu, marilah kita bersikap dan berperilaku selayaknya anak-anak Allah. 
3:21      yang akan mengubah tubuh g  kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya h  yang mulia, menurut kuasa-Nya i  yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya. 
Mengubah tubuh 1Kor 15:43-53 (TB)
15:43 Ditaburkan dalam kehinaan, dibangkitkan dalam kemuliaan. Ditaburkan dalam kelemahan, dibangkitkan dalam kekuatan. à Tuhan membuat kita mampu mengatasi segala kelemahan dan kehinaan
4:1     Karena itu, kita-kita yang kukasihi dan yang kurindukan, j  sukacitaku dan mahkotaku, berdirilah juga dengan teguh k  dalam Tuhan, hai kita-kitaku yang kekasih!

Nasihat-nasihat terakhir
4:2         Euodia kunasihati dan Sintikhe kunasihati, supaya sehati sepikir l  dalam Tuhan. 

Mereka adalah orang kristen yang aktif (ay 3). Sekalipun mereka adalah orang perempuan, tetapi mereka melayani / mengabarkan Injil dan betul-betul melayani mati-matian. Dari ay 3, dikatakan bahwa dahulu mereka berjuang bersama-sama dengan Paulus dalam Pekabaran Injil, maka dapatlah disimpulkan bahwa dahulu mereka mempunyai hubungan yang baik. Tetapi, sekarang hubungan mereka berubah. Apa yang terjadi di antara mereka?

Dalam ay 2 dikatakan bahwa Paulus menasehati mereka supaya 'sehati sepikir dalam Tuhan'. Jadi, rupa-rupanya mereka bukan saling membenci, bermusuhan, gegeran secara terbuka dsb. Di antara mereka mungkin hanya ada keretakan yang disebabkan oleh ketidakcocokan dalam cara bekerja.

sehati sepikir (fil 2:2) karena itu sempurnakanlah v  sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, w  dalam satu kasih, satu jiwa, x  satu tujuan à hal inilah yang selayaknya dilakukan oleh orang-orang yang berada dalam Kristus.

Ketidaksepakatan antara Euodia dan Sintikhe cukup serius untuk disebutkan dalam surat untuk dibaca publik, tetapi Paulus tampaknya yakin bahwa "para wanita" (ayat 3) akan didamaikan. Caranya menangani situasi adalah model bijaksana - ia tidak langsung turun tangan tetapi mendorong orang lain yang lebih dekat dengan situasi tersebut untuk merelaikan karena saat itu Paulus sedang berada di penjara.


4:3         Bahkan, kuminta kepadamu juga, Sunsugos, temanku yang setia: tolonglah mereka. Karena mereka telah berjuang dengan aku dalam pekabaran Injil, bersama-sama dengan Klemens dan kawan-kawanku sekerja m  yang lain, yang nama-namanya tercantum dalam kitab kehidupan. n  

Kitab Kehidupan. Paulus tahu bahwa nama-nama mereka tercantum dalam Kitab Kehidupan dari buah kehidupan mereka (Mat 7:15-20), yang menunjukkan iman mereka dan dari wahyu Tuhan.

Tercantumnya nama mereka dalam Kitab Kehidupan jelas membuktikan bahwa mereka adalah orang pilihan dan orang kristen yang sejati! Adanya keretakan di antara mereka, tidak membuktikan bahwa mereka adalah orang kafir! Ingat bahwa Paulus dan Barnabas yang begitu rohanipun, bisa mengalami perpecahan (Kis 15:35-39).

Dari apa yang Paulus lakukan dalam ay 2-3, terlihat bahwa ia mengang-gap keretakan ini sebagai sesuatu yang serius. Ini disebabkan karena hubungan kita dengan sesama saling mempengaruhi dengan hubung-an kita dengan Tuhan, kalau hubungan dengan Allah rusak, maka hubungan dengan sesama juga akan rusak, begitupun sebaliknya.

Keretakan antara Euodia dan Sintikhe sedikit banyak akan me-renggangkan hubungan mereka dengan Allah! Keretakan antara mereka berdua menyebabkan mereka sukar / tidak bisa bekerja sama. Dan ini akan mempengaruhi pelayanan dari seluruh gereja Filipi! Keretakan ini bisa berkembang menjadi sesuatu yang lebih besar, seperti kebencian, pertengkaran yang terbuka dsb!


4:4         Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan 2 ! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! o  

Orang percaya harus bersukacita dan memperoleh kekuatan dengan mengingat akan kasih karunia dan dekatnya Tuhan serta janji-janji-Nya (lihat cat. --> Fili 1:4). saat itu Paulus sedang ada dalam penjara Filipi, tetapi ia bisa menyuruh orang lain untuk bersukacita. Biasanya, kalau kita sedang menderita, maka yang kita harapkan dari orang lain adalah supaya ia berdoa bagi kita, menghibur kita, meno-long kita dsb. Tetapi Paulus justru menyuruh jemaat Filipi untuk bersukacita! ia bukan hanya menyuruh jemaat Filipi untuk bersukacita, tetapi ia sendiri juga bisa bersukacita di tengah-tengah penderitaannya (bdk. 1:4,18 2:18 4:10 2Kor 6:10).


4:5         Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat 3 ! p  

'Kebaikan hati'. NIV: 'gentleness' (= kelemahlembutan). Kalau kita betul-betul hidup baik hati, dengan motivasi untuk memuliakan Allah, maka dengan sendirinya orang-orang di sekitar kita akan melihat, dan tahu, dan bahkan mengalami, kebaikan hati kita.
Tuhan itu dekat (ay 5b). Ay 5b: 'Tuhan sudah dekat'. Terjemahan ini kurang tepat! NIV / NASB / Lit menterjemahkan 'the Lord is near' (= Tuhan itu dekat). Ini memberikan 2 kemungkinan arti yaitu Tuhan selalu dekat / hadir bersama kita dan Kedatangan Tuhan Yesus yang keduakalinya sudah dekat (bdk. Yak 5:7-11).


4:6         Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga 4 , q  tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah r  dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. 
Jangan kuatir tentang apapun juga (ay 6a):
Takut / kuatir jelas merupakan dosa, karena takut / kuatir menunjukkan ketidakpercayaan kepada Allah (bdk. Mat 6:25-34 8:26). Disamping itu, takut / kuatir jelas bertentangan sekali dengan damai. Dimana ada rasa takut / kekuatiran, pasti tidak ada damai.
Berdoa dengan ucapan syukur (ay 6b):
'Seven days without prayer makes one weak' (= tujuh hari tanpa doa membuat seseorang jadi lemah). Ini adalah permainan kata yang indah, karena 7 hari sebetulnya adalah one week (= satu minggu), tetapi 7 hari tanpa doa membuat seseorang menjadi weak (= lemah).
'Segala hal' (ay 6) à 'There is nothing too great for God's power; and nothing too small for his fatherly care' (= tidak ada yang terlalu besar untuk kuasa Allah, dan tidak ada yang terlalu kecil untuk kasih / perhatian kebapaanNya). Kita tidak boleh takut / sungkan untuk meminta sesuatu yang besar kepada Allah! Sebetulnya dengan kita berani meminta sesuatu yang besar kepada Allah, maka kita menghargai / mengakui kebesaran Allah yang sanggup memberikan hal yang bagaimanapun besarnya. Juga, kalau Tuhan menyuruh kita untuk membawa segala hal dalam doa kepadaNya, maka itu memberikan jaminan kepada kita bahwa Ia tidak mungkin bosan dengan permintaan / doa kita. Karena itu, di dalam berdoa kepada Tuhan, jangan sekali-kali berpikir bahwa Tuhan bisa bosan mendengar doa kita!

4:7         Damai sejahtera Allah, s  yang melampaui segala akal, t  akan memelihara hati dan pikiranmu 5  dalam Kristus Yesus. 

'Damai sejahtera Allah' (ay 7). karena adanya doa yang disertai iman / trust dan ketundukan pada kehendak Allah (ay 6), maka akan ada damai di dalam diri kita! (bdk. Yes 26:3).
'Melampaui segala akal' (ay 7) karena itu tidak akan bisa dimengerti, khususnya oleh orang dunia! Dalam situasi dimana orang seharusnya takut / kuatir, maka orang kristen yang mau dan bisa melakukan ay 6 itu bisa tetap damai dan sukacita!


4:8         Jadi akhirnya, kita-kita, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci 6 , semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. 

Kata 'pikirkanlah' (ay 8) dalam bahasa Yunaninya adalah LOGIZESTHE dan kata ini ada dalam bentuk present imperative (= kata perintah dalam bentuk present / sekarang). Dalam bahasa Yunani ada 2 bentuk kata perintah. Kalau digunakan aorist imperative (= kata perintah dalam bentuk lampau) maka maksudnya memerintahkan untuk dilakukan hanya satu kali saja. Tetapi kalau digunakan present imperative menunjukkan bahwa perintah ini harus dilakukan terus-menerus. Dengan kata lain, kita harus menjadikan hal ini sebagai suatu kebiasaaan. Karena itu, jangan biarkan sedetikpun pikiran kita diisi dengan hal-hal yang jahat, tidak benar, tidak mulia dsb! Begitu kita sadar bahwa dalam pikiran kita sedang bercokol hal-hal yang salah / jahat dsb, segeralah minta ampun kepada Tuhan dan berusahalah untuk mem- buang pikiran jelek itu dari otak kita dan menggantikannya dengan hal-hal yang benar dan baik!


4:9         Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu.u  Maka Allah sumber damai sejahtera v  akan menyertai kamu.

Bukan hanya pikiran kita yang harus benar, tetapi hidup kita juga harus benar! Kalau ay 6-7 menekankan doa dan penyerahan kepada Tuhan, maka ay 8-9 menekankan pikiran yang benar dan hidup yang benar. Jika kita berpikir dan hidup benar, maka 'Allah sumber damai sejahtera' (the God of peace) akan menyertai kita!
Mat 5:8 mengatakan bahwa orang yang suci hatinya akan melihat Allah! Juga dengan Yes 48:18 yang mengatakan bahwa kalau kita mentaati Tuhan maka damai sejahtera kita akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaan kita akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti!

KESIMPULAN
Hubungan kita dengan sesama saling mempengaruhi dengan hubung-an kita dengan Tuhan, kalau hubungan dengan Allah rusak, maka hubungan dengan sesama juga akan rusak.
Keretakan antara Euodia dan Sintikhe sedikit banyak akan me-renggangkan hubungan mereka dengan Allah! Keretakan antara mereka berdua menyebabkan mereka sukar / tidak bisa bekerja sama. Dan ini akan mempengaruhi pelayanan dari seluruh gereja Filipi! Oleh karena itu penting untuk menjaga kesatuan.

APLIKASI
-          Memperbaiki n membicarakan masalah dengan teman n pacar
-          Berpikir positif saling menghargai pendapat teman

@littlewinda

2. Maria (Lukas 1:26-38, 46-56)

Filed under: by: COGS

Maria, Maria, Maria, siapa yang tidak tahu tentang dia? Setiap natal perihalnya diceritakan. Dia memang sosok perempuan yang taat pada kehendak Bapa. Kali ini saya akan membahas tokoh Maria, tapi saya akan mencoba menyajikan sesuatu yang berbeda. Saya harap kita tidak bosan-bosannya belajar dari tokoh perempuan yang satu ini.

Maria, seorang gadis belia yang masih perawan. Hatinya mungkin sedang berbunga-bunga. Bagaimana tidak? Ia baru saja bertunangan dengan pria yang dicintainya. Dan saat ini dia sedang menunggu hari pernikahannya dengan sang pria pujaan.

Entah angin apa yang datang. Entah mimpi apa dia kemarin. Tapi ternyata malaikat Gabriel tiba-tiba datang ke rumahnya. Menyentak dia dari mimpi indahnya. Bagaimana tidak? Malaikat Gabriel datang menubuatkan sesuatu yang sangat mustahil.

"Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan." (ay 31-33), rentetan nubuatan itu seakan memutarbalikkan pemikiran Maria.

Bagaimana bisa Malaikat itu menubuatkan hidupnya dengan detail? Tentang dia akan mengandung? tentang Anaknya laki-laki? Bahkan sampai bagaimana Anaknya itu besar nantinya? Ah, Maria bingung. Benar-benar bingung. Akhirnya dengan memberanikan diri Maria pun bertanya, "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?" (ay.34)


Dengan tenang, lembut, dan penuh wibawa Malaikat Gabriel berkata,"Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, ia pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil." (ay 35-37)

Apakah artinya ia akan mengandung bukan dari suaminya?, pikir Maria. Ah, bagaimana respon Yusuf nanti? Akankah Yusuf meninggalkannya karena hamil di luar nikah? Lalu bagaimana Anak itu akan tumbuh besar jika Ia tidak memiliki ayah? Tapi bukankah Anak itu dari Allah, bukankah seharusnya segala sesuatu yang dari Allah itu indah. Seperti sanakku Elisabet yang dikarunia putra di usia senjanya. Ah, harus bagaimana aku sekarang?

Perang berkecamuk di hati dan pikiran Maria. Seolah-olah ada 2 makhluk yang sedang berkelahi di pikirannya. Mereka berperang begitu dahsyat sehingga Maria benar-benar ingin memuntahkannya. Segala kemungkinan berseliweran di pikiran Maria. Segala risiko yang mungkin dia hadapi datang mengacaukan pikirannya.

Oh, bagaimana Tuhan?, tanyanya dalam hati. Di usianya yang masih belia, memang Maria sudah mengenal Tuhan. Ia tahu bahwa Tuhan Allah memberikan rahmatNya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia (ay 50). Ia juga tahu bahwa Allah menegakkan keadilan, mencerai-beraikan orang yang congkak hatinya, melimpahkan kebaikan pada orang lapar, dan menolong orang Israel (ay 51-55).

sumber: http://jawabanuntukmu.blogspot.com/2012/12/sudahkah-bunda-maria-menjadi-ibu-bagi.html
Maria menunduk diam. Bagaimanapun Maria adalah hamba Tuhan. Dan rancangan Tuhan adalah yang terbaik dari yang terbaik. Semua risiko akan ditanggungnya jika Allah memang berkenan. ""Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.", seru Maria mantap kepada Malaikat.

Alangkah senangnya hati Gabriel. Ia melihat betapa kuasa Allah bekerja dalam diri Maria. Ia tak sabar untuk bersukacita mengagungkan Allah Sang Maha Tinggi. Ia tersenyum dan beranjak meninggalkan Maria sambil memuji Allah Yang Maha Tinggi, "Kudus, Kuduslah Tuhan Allah Sang Maha Tinggi."