Maria, Maria, Maria, siapa yang tidak tahu tentang dia? Setiap natal perihalnya diceritakan. Dia memang sosok perempuan yang taat pada kehendak Bapa. Kali ini saya akan membahas tokoh Maria, tapi saya akan mencoba menyajikan sesuatu yang berbeda. Saya harap kita tidak bosan-bosannya belajar dari tokoh perempuan yang satu ini.
Maria, seorang gadis belia yang masih perawan. Hatinya mungkin sedang berbunga-bunga. Bagaimana tidak? Ia baru saja bertunangan dengan pria yang dicintainya. Dan saat ini dia sedang menunggu hari pernikahannya dengan sang pria pujaan.
Entah angin apa yang datang. Entah mimpi apa dia kemarin. Tapi ternyata malaikat Gabriel tiba-tiba datang ke rumahnya. Menyentak dia dari mimpi indahnya. Bagaimana tidak? Malaikat Gabriel datang menubuatkan sesuatu yang sangat mustahil.
"Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan." (ay 31-33), rentetan nubuatan itu seakan memutarbalikkan pemikiran Maria.
Bagaimana bisa Malaikat itu menubuatkan hidupnya dengan detail? Tentang dia akan mengandung? tentang Anaknya laki-laki? Bahkan sampai bagaimana Anaknya itu besar nantinya? Ah, Maria bingung. Benar-benar bingung. Akhirnya dengan memberanikan diri Maria pun bertanya, "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?" (ay.34)
Dengan tenang, lembut, dan penuh wibawa Malaikat Gabriel berkata,"Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, ia pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil." (ay 35-37)
Apakah artinya ia akan mengandung bukan dari suaminya?, pikir Maria. Ah, bagaimana respon Yusuf nanti? Akankah Yusuf meninggalkannya karena hamil di luar nikah? Lalu bagaimana Anak itu akan tumbuh besar jika Ia tidak memiliki ayah? Tapi bukankah Anak itu dari Allah, bukankah seharusnya segala sesuatu yang dari Allah itu indah. Seperti sanakku Elisabet yang dikarunia putra di usia senjanya. Ah, harus bagaimana aku sekarang?
Perang berkecamuk di hati dan pikiran Maria. Seolah-olah ada 2 makhluk yang sedang berkelahi di pikirannya. Mereka berperang begitu dahsyat sehingga Maria benar-benar ingin memuntahkannya. Segala kemungkinan berseliweran di pikiran Maria. Segala risiko yang mungkin dia hadapi datang mengacaukan pikirannya.
Oh, bagaimana Tuhan?, tanyanya dalam hati. Di usianya yang masih belia, memang Maria sudah mengenal Tuhan. Ia tahu bahwa Tuhan Allah memberikan rahmatNya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia (ay 50). Ia juga tahu bahwa Allah menegakkan keadilan, mencerai-beraikan orang yang congkak hatinya, melimpahkan kebaikan pada orang lapar, dan menolong orang Israel (ay 51-55).
Maria menunduk diam. Bagaimanapun Maria adalah hamba Tuhan. Dan rancangan Tuhan adalah yang terbaik dari yang terbaik. Semua risiko akan ditanggungnya jika Allah memang berkenan. ""Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.", seru Maria mantap kepada Malaikat.
Alangkah senangnya hati Gabriel. Ia melihat betapa kuasa Allah bekerja dalam diri Maria. Ia tak sabar untuk bersukacita mengagungkan Allah Sang Maha Tinggi. Ia tersenyum dan beranjak meninggalkan Maria sambil memuji Allah Yang Maha Tinggi, "Kudus, Kuduslah Tuhan Allah Sang Maha Tinggi."
Menilik kehidupan tokoh-tokoh alkitab memang tidak ada habisnya. Tokoh-tokoh tersebut menyimpan banyak hal yang harus kita contoh dan pelajari. Saat kita membaca dan mendalami karakter setiap tokoh seringkali pikiran dan hati kita juga ikut terseret dalam arus cerita dan kehidupan tokoh tersebut. Tak pelak juga dengan tokoh-tokoh perempuan dalam alkitab. Walaupun bisa dibilang lebih sedikit tokoh perempuan yang diangkat dalam alkitab, namun ternyata banyak sekali yang dapat dipelajari dari tokoh-tokoh teersebut.
Setelah selesai dengan buku PA Ketuhanan Kristus (semoga saja kami bukan hanya selesai bahan, tapi selesai aplikasi), kami pun memutuskan untuk menggunakan buku PA Tokoh Perempuan dalam Perjanjian Baru. Hal ini memang besar kaitannya dengan anggota kami yang semuanya adalah perempuan. Buku PA terbitan Perkantas ini memuat 12 bahan PA tokoh perempuan. Tokoh pertama yang dibahas adalah Elisabet.
Mari mengingat sejenak seperti apa kehidupan Elisabet!
Ia adalah seorang Lewi (berasal dari keturunan Harun). Ia istri seorang imam. Hal ini berarti memang dia lekat dengan kehidupan bait suci karena seluruh kaumya memang ditugaskan untuk mengemaban tugas tersebut. Selain secara status ia adalah seorang Lewi ternyata ia juga disebutkan "benar di hadapan Allah dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat (ay.6)".
Namun demikian, ternyata Elisabet tidak memiliki seorang anak (ay.7). Hal ini terjadi karena Elisabet mandul. Hal ini dapat dikatakan bertolak belakang dengan hidupnya yang benar. Karena pada zaman tersebut orang masih berpandangan bahwa mengalami sesuatu yang buruk merupakan kutuk dari Tuhan atas dosanya ataupaun orangtuanya. Jadi pandangan saat itu adalah Elisabet mandul artinya ia mendapat 'kutuk' dari Allah. Ia mendapat kutuk dari Allah karena ia tidak hidup benar. Benarkah demikian?
Tampaknya perkataan itu tidak benar. Lihatlah bagaimana Allah memberikan sebuah mujizat kepadanya. Saat sedang bertugas ternyata suaminya, Zakharia, dihampiri oleh malaikat Gabriel dan ia menyatakan bahwa Elisabet akan melahirkan seorang anak laki-laki.
Yaps, anak laki-laki. Bukan hanya itu, anak itu dinubuatkan akan membawa sukacita dan gembira bagi orangtuanya dan bagi banyak orang. Ia juga akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak minum anggur atau minuman keras. Ia juga penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya. Ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan. Ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam Roh dan kuasa Elia. Ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya. Ia juga akan membuat hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar. Ia akan menyiapakan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya.
Wow, nubuat yang panjang dan indah. Memang indah. Dan bukan hanya itu, nubuat itu ternyata digenapi. Siapa yang tidak kenal Yohanes? Bahkan Yesus sendiri dalam Lukas 7 ayat 28 menyebutkan "Aku berkata kepadamu: Di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak ada seorang pun yang lebih besar dari pada Yohanes".
Ah, betapa bahagianya Elisabet karena anaknya tersebut. Anak yang lahir di masa tuanya, dari rahim mandulnya menjadi orang yang besar. Anak yang menjadi perintis bagi Juruselamat.
Sekarang mari kita lihat apa yang menyebabkan hal tersebut terjadi? Sebenarnya satu kata yang mudah disebuatkan tapi sering kali sulit dilakukan. Ia 'percaya'. Dalam ayat 13 disebutkan bahwa Zakharia berdoa agar mendapat anak. Bukan doa Elisabet yang dikabulkan oleh Allah. Tetapi yang disebut malaikat adalah doa Zakharia.
sumber gambar: http://learntoembracethestruggle.com/what-i-believe-in/
Tapi coba lihat respon Zakharia. Ia malah meragukannya dan berkata "Bagaimanakah aku tahu, bahwa hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua dan isteriku sudah lanjut umurnya." (ay 18). Ya, Zakharia malah meminta tanda dari nubuat tersebut. Dan memang ia mendapat tanda itu dan menjadi bisu.
Sedangkan Elisabet Ia percaya dan lihatlah apa yang dikatakannya dalam ayat 25 "Inilah suatu perbuatan Tuhan bagiku, dan sekarang Ia berkenan menghapuskan aibku di depan orang."
Ah, aku jadi teringat sebuah lagu yang seringkali dinyanyikan untuk sebuah penantian:
Kunantikan janji Allah dig'napi dalamku Kuharapkan yang terbaik terjadi di dalamku Yang kutahu Dia kerjakan seturut firmanNya Bagi kemuliaanNya Yang kuyakin Dia sediakan Seturut kasihNya bagiku
Semoga dalam masa penantian penempatan yang tidak kunjung jelas ini aku bisa dikuatkan melalui tokoh Elisabet dan juga lagu ini. Semoga aku bisa tetap yakin bahwa apa yang kualami sekarang membuahkan yang baik ke depan. Amin.
Well, it’s my second time to share my experience here! Kali ini mau
sedikit sharing soal pengalaman pelayanan yang menurutku “WOW” banget :3
Jadi ceritanya, tadi sore
(23/12/2012) aku jadi pelayan di Ibadah Minggu GKI Bintaro Utama. Yaa, sebut
saja sebagai lektor atau pembaca Firman. Bukan pengalaman pelayanan yang besar
mungkin bagi sebagian orang. Tapi bagiku, pelayanan menjadi pembaca Firman tadi
adalah pengalaman yang luar biasa cetar membahana badai halilintar sesuatu
sekali *lebay*. Pengan tau kenapa? Pengen tau aja apa pengen tau banget? :P *kemudian
dilempar cinta <3*
Okay! Apa yang membuat pelayanan
tadi jadi spesial bagiku adalah karena aku udah lama mendoakan untuk bisa
melayani di gereja tersebut. Mungkin sekitar awal-awal ketika aku jadi
mahasiswa di kampus ini (tapi ga awal banget juga sih.. hehe) sampai terakhir
kali beberapa minggu yang lalu pas ibadah minggu aku kayak udah pasrah gitu
sambil mikir “udah hampir lulus, emang masih ada kesempatan buat melayani di
gereja ini, ya Tuhan?”.
Iya, akunya juga dodol beudd sih,
kenapa ga langsung mendaftarkan diri jadi pelayan aja, kan bisa? Aku selalu ga
punya keberanian buat mengajukan diri mengambil bagian dalam pelayanan di
gereja tersebut, pengennya diajakin duluan (bego banget kan ya? -__-)
Dua tahun lebih aku merasa ‘blessed’ banget dengan pelayanan di
gereja ini dan mulai muncul kerinduan untuk take
action gantian melayani jemaat di gereja ini sebagai wujud syukur kalau aku
boleh menikmati ibadah yang berkualitas selama ini. Aku melihat banyak
teman-temanku, bahkan yang juga pengurus PMK, ambil bagian dalam pelayanan di
gereja. Awalnya aku takut kegiatan-kegiatanku bertabrakan, jadi malah ga konsen
dengan pelayanan di kampus (sok sibuk beudd -.-“). Jadi aku memutuskan untuk
fokus di pelayanan kampus. Padahal di hati yang terdalam #tsaaahh aku pengen
banget melayani di gereja ini, walau pelayanan sekecil apapun, dan aku tetap
berdoa. Kalo udah liat temen-temen dari kampus yang jadi pelayan di ibadah
minggu, aku langsung terdiam dan bertanya dalam hati “Ahh Tuhan, aku juga ingin
punya kesempatan melayani Engkau lewat gereja ini. Gereja dimana Engkau
memberikan hamba Firman dan persekutuan yang baik. Temen-temenku aja bisa
ngatur waktu pelayanan mereka, masa aku gak sih? Aku juga rindu menyatakan
bahwa persekutuan di kampus itu mendukung persekutuan di gereja. Buah pelayanan
di kampus harusnya kelihatan dari pelayanan pengurus/jemaatnya di gereja tempat
mereka dibesarkan secara rohani”. Itulah yang membuat pelayanan sebagai pembaca
Firman kali ini begitu spesial bagiku.
Tapi, ada 2 alasan lain yang
menjadi dasar kenapa pelayanan hari ini jadi makin special pake banget :3.
Monggo disimak J
·Yang pertama, sejak diminta oleh seorang teman,
sebut saja Grace Yaomil :p, untuk jadi pelayan di ibadah minggu besok paginya
(ini beneran mendadak dimintanya loh :D , aku jawab iya dan jadilah sepanjang
malam aku memikirkan gimana pelayanan besok. Apa yang kurasakan adalah aku
begitu excited-nya dengan pelayanan
esok pagi dan mempersiapkan hati dengan sungguh. Aku bersyukur karena doaku
akhirnya dijawab Tuhan dan karena ini pelayanan perdanaku di gereja, aku jadi
mempersiapkan diri dengan baik (padahal cuma baca firman, ga perlu persiapan yg
gimana-gimana sebenernya :p).
Tapi, satu hal
yang kudapat adalah kenapa aku bisa sebegitu excited-nya dengan pelayanan baru yang sederhana ini? Kalaulah tiap pelayanan yang kukerjakan di PMK kuanggap sebagai pelayanan
baru yang sungguh-sungguh kurindukan sejak lama, pasti semua pelayanan di PMK
akan kukerjakan dengan hati yang sungguh dan persiapan penuh. Gak seperti
pelayanan yang akhir-akhir ini kukerjakan yang terkesan hanya jadi rutinitas
belaka. Ahh, bersyukur sekali karena Tuhan kembali mengajarkan
sesuatu yang penting disaat-saat drop-nya
pelayananku di PMK. Thank You, dear Lord!J
·Yang kedua adalah karena aku boleh mengenal satu
orang jemaat PMK lagi. Jadi ceritanya tadi aku jadi pembaca firman bareng salah
satu jemaat PMK yang sebenernya aku “tahu” tapi “gak kenal”. Buatku bisa
mengenal satu lagi jemaat PMK yang kulayani adalah hal yang besar dan luar
biasa mengingat aku ini gembala yang sulit mengenal seluruh domba-dombanya. Apa
yang kutakutkan waktu bergumul menjadi BPH PMK akhirnya Tuhan jawab satu per
satu. Waktu itu aku berdoa. Aku bilang sama Tuhan “ Tuhan, aku ga bisa jadi
BPH. Aku aja banyak ga kenal jemaat PMK gimana aku mau mengasihi dan melayani
mereka?”. And the answer is satu
persatu aku mengenal jemaat, meskipun masih banyak juga yang belum kukenal. At
least, ada kemajuanlah.
Kalau ada seseuatu yang rindu
kalian kerjakan, ambil waktu untuk mendoakannya dan jadilah jawaban atas doamu
itu! Jangan jadi kayak aku, berdoa tapi takut untuk take action, cemen beudd L.
Terus, anggaplah setiap pelayanan adalah pelayanan baru yang belum pernah
kalian lakukan dan kalian udah lama pengen melakukan pelayanan itu. Dijamin
hasilnya pasti akan jadi maksimal. Tapi yang terpenting dari semua itu adalah
luruskan dulu motivasi kita dalam melayani. Pelayanan itu bukan ajang untuk
show off siapa dirimu tapi ajang untuk memberitakan Injil Kristus. Let Him be the center of your services!
Yap, that’s all for today! Semoga tulisan galau ini bisa bermanfaat
buat siapapun yang baca yaa JThank you for reading! Jesus Christ bless
you!
Merry Christmas 2012 and Happy New Year 2013! Have a wonderful Christmas and New Year in Jesus Christ :D
"Melayani manusia adalah sia-sia
tetapi melayani Tuhan adalah sukacita" - @megacogs
Hmmm.. my love story with Him started when I was in Junior High School.
How come it be? When I was in elementary school I was (not wanna be arrogant
yea ^^) a smart student. I always be a candidate if there were a competition.
But then, suddenly when the Fire Country attacked, everything change..
buahahaha
My junior high school was the best school in my city, my class also the
best (in Indonesia they say it “Kelas Unggulan”). So you can guess it that
every student in my class is the best student. It made have a tight
competition. I never became the best 5 in my class, this made me very sad. But
I never give up, I hope that someday I can be the number one. I always try and
try and try, beside that I give all my dreams to God, I depended on Him. I
prayed every night, I read bible everyday, I praised him everytime, I went to
the church, and be a nice girl. I couldn’t get the best rank in my class, but
praised to God, finally my score can be the best score for the National Exam,
not only in my school, but also in my city. Three years walked with Him is the
most beautiful moment in my life. As Psalms 126 : 5 said “They that sow in
tears shall reap in joy.”
Then in the Senior High School, everything’s good. I always had a good
score in class n joined a lot of champion and also become the winner (some of
them only.. ahahahha). Everything fine till the graduated time. I couldn’t
passed my favorite college that I’d dreams for so many time. I trapped in the
college that I’ve never know. I were very dissapointed to God, everything seems
cold, I even didn’t have a spirit to live.
But then, I thank to God that he gave me a good partnership here. I can
learn so many things about Him through daily devotion, bible study, and also
small group. First year here, I have a good relation with God. I walked with
Him everyday, praised Him, prayed to Him, talked to Him, and do everything with
Him. We’re such a romantic couple, always together everywhere and everytime
(suit... suit.. :D ).
Moreover I have so many friends that always support me when I almost
fall and also a good enviroment. But then in second years, when everything
seems blurred and unclear about my future after graduated because of so many
hazy rule, I felt very sad. It affected my spirit to have a good relation with Him, my study,
my social intercourse, even my whole live (lebayyyyy).
Thanks to God, I have my small group, I have my friends, my parents and
also my boyfriends (xixixixi) that always support me, that always remind me. I
believe everything will be alright with God, no matter what will happen I will
trust and obey Him. And I will wait upon the LORD, that hideth his face from
the house of Jacob, and I will look for Him (Yes 8:17). Because Yes 40:31 said
“But those who trust the LORD will find new strength. They will be strong like
eagles soaring upward on wings; they will walk and run without getting tired”.
Yeah, my love story such a labil story. Fall and then rise, fall again
and rise again, fall and rise, fall and rise untill I’m tired. Although I have
read all the bible or I have finished two books for bible study or I have a
good small group or I am a servant of God or I am a princess of God or X or Y
or Z etc. Thats not guarantee that I will always have an easy live or having a
dicipline relation with Him. I am still a sinner. But Philip 3:12 said “I have not yet reached
my goal, and I am not perfect. But Christ has taken hold of me. So I keep on
running and struggling to take hold of the prize”
Yeah, So I will
keep on running and struggling to take hold of the prize q(^.^)p
hyaaaaaaaaaaa
*muncul dari kepulan asap cinta* #ehh :D
For
the first time, akhirnya saya menulis di blog ini. Maklum,
kemarin-kemarin sibuk syuting dan pemotretan sampe ga bisa ngisi blog ini.
*digampar SKTB*
Okay,
straight to the point! *kemudian hening* aku mau nulis apa yaa, tiba-tiba blank
gini >.< huffttt #alay
suara
hati: udah ihh, kebanyakan nyampahnya ini anak. Sharingnya kapan? -.-"
saya:
iyee, iyee, ini mau sharing. nyahahaha :D
Nah,
jadi ceritanya, di proyek ketaatan kali ini, aku mau sharing sedikit tentang
pertumbuhan rohaniku dari awal hidupku diubahkan oleh Kristus sampai saat ini.
Jangan pada terharu yee bacanya :3
Kalau
disuruh nyebutin tanggal, aku memilih menyebutkan tanggal 22-24 Oktober 2010
sebagai waktu dimana aku benar-benar menjadikan Kristus sebagai Tuhan dan
Juruselamat pribadiku. Kenapa tanggal itu? Yap, tepat 2 tahun yang lalu,Persekutuan Mahasiswa Kristen
Sekolah Tinggi Akuntansi Negara(PMK
STAN.red) mengadakan Retreat Mahasiswa Baru (RAMA) sebagai sarana untuk
melakukan penginjilan bagi mahasiswa baru angkatan tahun 2010 yang notabenenya
masih sangat polos dan unyu :3 *kekeuh narsis*
Sebenarnya
aku sudah mengenal Kristus sejak kecil karena kedua orang tuaku adalah seorang
Kristen, aku juga sudah dibaptis, sudah mengaku percaya secara gerejawi dan
dari SMA sedikit banyak sudah mengerti tentang disiplin rohani yang dikerjakan
oleh seorang pengikut Kristus karena ada wadah persekutuan Kristen di sekolah.
Tapi, aku merasa tiga waktu tadi belum mencapai titik kulminasi pertobatanku,
dimana aku menyerahkan seluruh kehidupanku bagi Yesus.
Ga
bisa dipungkiri, sejak SMA kelas 2 aku sudah mendapat bimbingan rohani dari
seorang kakak yang ceritanya waktu itu dia sedang Praktik Kerja Lapangan di
sekolahku. Baru kusadari, ternyata selama mereka PKL di sekolahku, mereka
melakukan penginjilan pada kami (siswa) secara terselubung. *lebay* *jadi
semangat PI ke siswa nih :D *
Nah,
singkat cerita, dari bimbingan mereka, waktu SMA aku sudah mengerti apa itu
saat teduh, jam doa, Kelompok Kecil, PA pribadi, dan kawan-kawannya meski masih
jatuh bangun mengerjakannya. Ini kerennya Tuhanku. Dia ga membiarkan aku yang
masih "orok" rohani ini sendirian. Puji Tuhan, ada seorang dari guru
PKL yang mau jadi kakak rohaniku. Karena waktu mereka di sekolah terbatas dan
belum memungkinkan membentuk Kelompok Kecil, akhirnya kami mendapat bimbingan
secara personal dari mereka.
Seperti
Elisa yang mendapat "didikan" rohani dari Elia dan seperti
murid-murid yang mendapat perhatian khusus dari Yesus, aku merasa seperti
itulah cara Tuhan menjaga aku tetap mendapat asupan makanan rohani yang cukup.
Maksudnya, ada seorang pembimbing atau kakak rohani tadi yang menolong aku bisa
bertumbuh.
Move!
Aku bersyukur bertemu PMK STAN. Di sini aku mendapat bimbingan rohani yang
lebih lagi, yang aku rasa bener-bener beda dengan persekutuan di sekolahku. Dan
akhirnya *jenggg jenggg* aku dipersatukan dengan entitas *mabok akuntansi*
bernama COGS. BukanCost of
Good Soldlho yaa, tapiCause of God Salvation.
Kelompok
Kecil ini mengajariku banyak hal. Ga hanya berbagi firman, terlebih kami bisa
saling berbagi hidup. Hal yang ga akan didapat di kelompok manapun. PA dan doa
bersama, makan bersama, jalan bersama, nangis bersama, dekaka. Emang bener yaa,
Tuhan itu tau banget kebutuhan anak-anakNya. Komunitas inilah yang akhirnya
membuat aku makin semangat mengikut Dia.
Selain
Kelompok Kecil, apa yang membuatku bisa tetapon
fireadalah PERSEKUTUAN.
Awalnya, ikut-ikutan PKK datang Persekutuan Doa Pagi, Kebaktian Jumat, ibadah
PMKJ, de el el hingga ahirnya ketagihan dan aku diajak bergabung menjadi
pengurus. Persekutuan itu penting banget temen-temen!Trust me, it works!*jadi iklan gini*
Aku
ga pernah menyesal mengikuti berbagai wadah persekutuan itu. Aku malah
bersyukur. Entah kenapa ya, Tuhan malah sering mengoreksi aku secara pribadi
lewat pembinaan-pembinaan selain di Kelompok Kecil. Lebih mengena, lebih
menyayat jiwa, jlebb jlebb lah pokoknya. Itu yang membuat aku merasa rugi kalo
ga datang KJ atau ibadah eksternal lainnya, seperti PMKJ. Lebih banyak yang
bisa kita dapatkan di sana yang menjadikan kita siap untuk diutus nantinya.
*scroll
ke atas* *ternyata udah panjang* hihihihi
Apa
lagi yaa? Umm, satu lagi nih,THE
MOST IMPORTANT, yaituHUBUNGAN
PRIBADI DENGAN ALLAH.Medianya
bisa mecem-macem, seperti Saat Teduh, Jam Doa pribadi, PA pribadi, baca buku
rohani, de el el. Tanpa relasi pribadi yang intim dengan Allah, semua pembinaan-pembinaan
tadi hanyalah butiran debu #tsaahhh.
Jatuh
bangun itu pasti, malah aku kebanyakan jatuhnya, hehehe. Tapi seorang guruku
pernah berkata, kalau kamu jatuh 100 kali, bangkitlah 101 kali. Ga penting
berapa kali kamu terjatuh, yang penting adalah berapa kali kamu berusaha
bangkit dari kejatuhanmu itu. :))
Dan
inilah aku yang sekarang, yang hidupnya sudah diubahkan oleh Tuhan. Banyak hal
yang ga bisa kumengerti dari kasihNya padaku :') Semua disiplin rohani di atas
hanya akan menjadi rutinitas, ga ada artinya, kalau hatiku ga sepenuhnya
melekat pada Dia, Sang Surya Hidup.
Aku
juga masih sering gagal. Tiap kali aku gagal mengikut Dia dengan SANGAT SETIA,
seperti harapanNya padaku, aku ngerasa berdosa dan hina banget. GA PANTES jadi
Kristen! Tapi jangan jadikan itu sebagaiexcuseuntuk ga mengikut Tuhan lagi. Jadikan
itu sebagai pelajaran, cambuk yang membuat kita berjuang lebih keras lagi
menyenangkan hatiNya.
Nih,
ada oleh-oleh lagu favorit dariku. Mantep banget buat refleksi diri, inget apa
yang Yesus udah lakukan buatmu! Dengerin sendiri aja yakk.. hehe :D
"Menjadi
murid Kristus itu PROSES, bukan HASIL." -- @megacogs
Huaa..
Kalo mengingat masa-masa ketika aku mengenalNya, pasti akan teringat dengan masa-masa SMA. Ya, ketika aku masih kelas 2 SMA. Aku jadi tersenyum mengingatnya. Di kelompok kecil itu, ada B'Dhany (pkk yang paling suka nyanyi "I come before you today", Rafael, Herinta, Akim (ehm, syp lagi ya?, lupa..) dkk aja dah.
Yah, kelompok kecil/kelompok PA, itulah mungkin saat pengenalanku akan Dia bisa dikatakan dimulai (walopun sebenarnya ini tidak lepas dari apa yang diajarkan ortu dan sekolah minggu). Gak ada waktu yang tepat mungkin bisa dikatakan aku menerima Dia sebagai juruselamatku.
Namun semenjak aku ikut kelompok kecil, aku mulai merasakan perubahan dalam hidupku. Aku mulai saat teduh setiap pagi, berdoa sebelum tidur (kebetulan ortuku tidak mengajarkannya, hehe..), menyadari apa itu dosa (bukan cuma membunuh, mencuri, dkk tapi juga nyontek, dll), merasa bersalah ketika melakukan dosa, dan menyadari untuk apa aku melakukan banyak hal.
Mulai dari situlah aku mengalami pertumbuhan rohani. Aku tersenyum lagi mengingatnya. Ya, kelihatannya besar juga pertumbuhan rohaniku saat itu.
Namun, kelompok kecil tersebut ternyata tidak dapat bertahan cukup lama. Karena ada larangan dari pihak asrama akhirnya kami tidak lagi boleh ikut kelompok kecil. Yah, setelah itu aku tetap belajar untuk dekat dengan Tuhan. Saat teduh masih jalan, doa sebelum tidur, namun memang komunitas berpengaruh besar. Oh iya, aku dan beberapa teman pernah puasa dalam rangka doa untuk izin kelompok kecil.
Demikian terus berjalan. Aku jatuh bangun dalam pertumbuhan rohaniku. Dan yang paling parah pas UAN aku nyontek (walopun pembelaannya 2 mata pelajaran murni). Di situ mungkin kondisi terburukku. Dari kelas 2 aku sudah komitmen tidak nyontek pas ujian, tapi ternyata aku jatuh. T.T
Life must go on sampai aku di masa kuliah. Di masa kuliah aku diterima dalam komunitas yang baik. Aku punya kelompok kecil, ikut pelayanan di bidang kelompok kecil, hingga akhirnya aku menjadi pemimpin kelompok kecil.
Mengingat pertumbuhan rohaniku di masa kuliah juga jatuh bangun. Saat baru-baru masuk kelompok kecil rasanya hidup bersama Tuhan itu indah banget. Tapi ternyata seiring berjalannya waktu sukacita itu kadang-kadang hilang. Apalagi kalo udah sibuk kuliah dan pelayanan sering banget ngelupain yang namanya hpdA (hubungan pribadi dengan Allah).
Pernah suatu kali ketika aku jadi kabid (kepala bidang) kelompok kecil, aku nangis2 minta aku gak mau jadi kabid lagi. (aku lupa sih itu karena masalah apa). Lebih parah lagi pas tingkat 3 pas aku jadi kabid acara retreat, aku pernah bertanya-tanya "Apa sih maunya Tuhan?", Dia pengen aku pelayanan aku lakuin. Dia pengen aku jadi kabid, aku kerjain. Tapi saat itu aku ngerasa Dia gak campur tangan, Ngerasanya cuma kau doang yang kerja. Dia enggak.
Rasanya mungkin kayak orang pacaran. Kalo baru jadian itu rasanya dunia indah beudh. Tapi seiring berjalannya waktu ada kerikil-kerikil yang menggoyahkan. Seperti itu jugalah mungkin kehidupan rohaniku. Aku jatuh bangun. Aku suka meninggalkan Tuhan. Terus tiba2 merengek2 sama Dia.
Namun semuanya kerena komitmen. Yah, komitmen. Orang yang pacaran butuh komitmen, demikian juga hubunganku dengan Tuhan butuh komitmen. Gak tahu ke depan gimana, satu hal yang pasti saat ini aku punya komitmen untuk tetap mengikut Dia selamanya, walaupun jatuh bangun aku serta tertatih melangkah.
Tuhan, walaupun jatuh bangun aku serta tertatih melangkah, ajarlah aku untuk tetap kembali padaMu, Bapaku. Ajar aku untuk setia walaupun sulit. Dan ingatkan aku bahwa sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman Engkau tetap ada buatku. Amin :)
Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman,aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku ; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. (Mazmur 23:4)
Berhubung
karena ane belom beli notebook yg baru (gak punya uang kakak, minggu UAS minggu
bangkrut.. *curhat.. ahahahaha) makanya proktat nulis d lepii dulu, y sekalian
ngisi blog kite yg udah berdebu.. hohohoho
Renungannya dah dari minggu kemaren sih pas tggal 5
februari, n berhubung karena februari selalu identik dengan bulan penuh cinta,
renungannya pun penuh cinta, ane juga penuh cinta.. hohohoho renungannya dari
Matius 19:1-12, LAI kasi judul perikop itu perceraian , jadi ceritanya setelah
Yesus selesai ngajar di Galilea, kemudian Ia berangkat ke Yudea, disana Ia
menyembuhkan orang banyak. Saat itu orang Farisi bertanya “Apakah diperbolehkan
orang menceraikan istri dengan alas an apa saja?” inti jawaban Yesus “apa yang
telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia." Trus orang
farisi nanya lagi (*dasar cerewet.. ahahahha) "Jika demikian, apakah
sebabnya Musa memerintahkan untuk memberikan surat cerai jika orang menceraikan
isterinya?" Kata Yesus kepada mereka: "Karena ketegaran hatimu Musa
mengizinkan kamu menceraikan isterimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian.”
Siapa yang gak kenal Britney Spears? *Dia penyanyi
favoritku loh.. ahahaha.. Tau gak klo dia tuh pernah nikah cuman 2 hari doank!!
Gile, 24 jam doank?? Buang-buang duit cuman buat nikahnya T.T.. Pernikahan Kim
Kardashian dan Kim Humphries juga setali tiga uang, cuman 72 jam booo… Padahal
acara nikahan mereka meriahhh banget, banyak yang menuding kalo pernikahan itu
cuman sekedar publisitas aja.
Pengen sih acara pernikahan yang meriah kayak mereka,
tapi kita gak pengen punya cerita pernikahan kayak mereka khan?? BIG
NOOOOOOOOOOOOO… Sebagai anak Tuhan, kita ngerti bahwa pernikahan bukanlah suatu
permainan atau komitmen sementara. Tapi pernikahan adalah sebuah perjanjian
yang kita buat antara kita, pasangan dan TUHAN. Mesti ada Tuhan dalam
pernikahan itu, maka ketika kedua orang itu gak sepakat, masih ada Tuhan yang
selalu mempersatukan.. asekkkk :D
Kata bahan renungannya ni, menurutku juga sih ahahaha.. Kalau kita ngerti bahwa pernikahan adalah
hal yang serius, hal ini harus dipraktekkan sejak sebelum kita memilih pasangan
(pacar sekalipun). Belajarlah bertanggung jawab sejak masa pacaran. Belajarlah
dewasa dalam ambil keputusan sejak memilih pacar. Dari situlah, kita akan
belajar gak sembarangan saat menikah dengan cowok idaman kamu nanti.
(Spirit Girls, 5 Februari 2012)
OkLah.. itu catatan sateku.. oiy, aku mo share juga ni
soal Bible Love Stories.. *hadiah cutie diary she.. ahahaha.. tapi sumpah keren
abiezttttt… hohoho makanya aku share aja deh juga.. ijin yak ama penerbit, ane
klo ngopas pasti cantumin asalny koq.. hohoho
BIBLE LOVE STORIES
Alkitab banyak
menuliskan kisah cinta yang bisa jadi teladan buat kita. Masing-masing
menyiratkan amkna yang berbeda. Apa aja?? CheckItOut :D
1.Adam dan Hawa (Kej 1-3)
Kenapa
Tuhan nyiptain Hawa? Agar Hawa bisa jadi penolong yang sepadan dengan Adam (Kej
2:18). Nah, begitu jugalah kamu seharusnya saat nyari pacar dan apalagi
menerima pinangan dari cowok. Sepadan artinya punya keyakinan yang sama dan
kalau ngobrol juga nyambung. Dalam arti keduanya bisa saling mengutarakan dan
memahami keinginan masing-masing
2.Abraham dan Sara
Sarah
jelas istri yang setia, kemanapun suami pergi ia selalu mendampingi. Ini bisa
jadi satu poin penting untuk diteladani. Tapi poin yang lebih penting itu,
kurang sabarnya mereka dalam menanti janji Tuhan tergenapi. Sarah malah
menyuruh suaminya menemui Hagar agar punya anak dengannya. Padahal sebelumnya
Tuhan udah janji kepada Abraham bahwa Ia akan ngasih keturunan kepada Abrahan
dan Sarah. Waktu pacaran juga hendaknya kita mulai ngebiasain diri
dengar-dengaran sama Tuhan. Libatkan Dia dalam perjalanan cinta kita. Turuti
apa yang Ia ingini.
3.Ishak dan Ribka (Kej 24)
Kisah
lengkap pertemuan mereka silahkan baca sendiri yah. Intinya jodoh itu
ditentukan oleh Tuhan. So, percayalah kalo sekarang kamu belom punya pasangan,
percaya deh bahwa Tuhan itu sebenernya udah nyiapin jodohmu. Tapi tetep
berusaha and menyerahkan semua sama Tuhan.
4.Yakub dan Rahel ( Kej. 29)
Ini
nih yang paling romatissssssss.. hohohoho. Cinta kadang emank butuh
pengorbanan. Buat dapetin Rahel, Yakub rela bekerja selama 7 + 7 tahun..
WOW!!.. Dan hebatnya lagi, semua dijalaninya seperti melewati beberapa hari
saja.
5.Boas dan Rut (Rut 1-4)
Rut
terkenal sebagai menantu yang setia, ia tetap menemani sang mertua kemanapun ia
pergi walaupun suaminya sudah meninggal. Hal yang bisa kita pejari dari sini,
awalnya Boas tertarik kepada Rut karena inner beauty (rut 2:11-12). Dan singkat
cerita, Boas pun mengambil Rut sebagai istrinya.
6.Simson dan Delila (Hak 13-16)
Ironis
saat membaca kisah Simson. IOa begitu tertarik secara fisik, tapi akhirnya
justru kalah bukan karena pedang, tapi karena cinta buta. Cinta kepada
seseorang boleh aja, tapi jangan sampai itu membutakan kamu sampai gak bisa
ngebedain yang bener dan yang salah.
7.Daud dan Batsyeba (2 Sam 11)
Ini
adalah kesalahan paling besar yang dilakukan Daud. Gimana gak dia mengingini
istri orang. Jahat banget khan y?? huhuhu Sekali lagi ini contoh bagaimana
cinta itu menjadi sangat berbahaya. Terus dekatkan diri dengan Tuhan agar kamu
gak jatuh dalam dosa hanya karena cinta.
8.Yusuf dan Maria (Mat 1-2)
Kisah
ini adalah kisah yang paling banyak ngasih pelajaran positif. Yusuf sebagai
pasangan sangat percaya kepada pasangannya, padahal ia bisa saja berfikir bahwa
Maria telah berselingkuh sehingga akhirnya hamil. Lalu, Maria dan Yusuf juga
tidak melakukan dosa perzinahan selama mereka pacaran, bahkan sampai bayi Yesus
lahir.